7cloud.asia – Hidup hemat atau yang dikenal dengan frugal living disebut sebagai gaya hidup yang ramah lingkungan.
Bahkan banyak orang menyebut frugal living juga tentang keberlangsungan lingkungan dan kehidupan seluruh manusia di masa yang akan datang.
Tak heran, jika frugal living sangat dianjurkan saat jumlah penduduk dunia yang terus meningkat, sumber daya semakin terbatas, lingkungan sudah semakin rusak dan ancaman perubahan iklim semakin terasa.
Sudah saatnya kebiasaan buruk yang tak ramah lingkungan dan merusak bumi ditinggalkan.
Baca: Ketidakpastian membuat orang melirik frugal living
Bukan jamannya lagi bangga dengan kemewahan, memamerkan gaya hidup boros, buang-buang sumber daya, mengonsumsi berlebihan, menghasilkan dan mengelola sampah secara serampangan.
Semakin banyak orang tergerak untuk menjalani gaya hidup frugal living.
Konsep hidup frugal living secara langsung dapat berhubungan dengan upaya-upaya menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan.
Frugal Living diartikan sebagai konsep dimana seseorang mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya dengan pertimbangan masak-masak.
Baca: Meski kaya raya, aktor ini lebih memilih frugal living
Penganut frugal living tidak akan tergila-gila pada merek tertentu, tidak akan pusing mengikuti perkembangan mode selama apa yang dimilikinya masih bisa digunakan.
Jadi, para penganut frugal living tidak akan goyah dengan perkembangan mode ataupun pendapat orang dan etap bisa menikmati hidup berkualitas dengan standar mereka sendiri.
Para frugalis akan tenang menjalani hidupnya untuk mencapai tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan.
Jika kamu tertarik untuk menjalankan konsep frugal living, berikut beberapa langkah praktis yang dapat kamu lakukan:
Baca: Gaya hidup minimalis bikin hidup lebih tenang
1. Tetapkan tujuan finansial jangka panjang
Tujuan keuangan tentunya sesuatu yang dibutuhkan, yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan kamu
Merumuskan financial goals yang jelas dan masuk akal akan membantu kita untuk dapat mencapainya, agar semua upaya yang dilakukan tidak sia-sia.
Tujuan keuangan bisa saja mengumpulkan dana pernikahan, membeli rumah, tabungan pendidikan anak, merencanakan pensiun dini.
Tujuan keuangan seorang penganut frugal living juba bisa berupa mengamankan dana darurat yang cukup, atau memiliki dana pensiun yang cukup. Semakin dini membuat tujuan finansial akan semakin baik kamu mengelola keuangan.
Baca: Cara sederhana membuat hidupmu lebih tenang
2. Selalu analisis kebutuhan vs keinginan sebelum belanja
Memenuhi kebutuhan ketimbang keinginan adalah prinsip utama frugal living.
Analisis terhadap perilaku konsumen menunjukkan bahwa pengeluaran untuk memenuhi gaya hidup jauh lebih besar daripada pengeluaran membeli barang-barang yang dibutuhkan.
Artinya, banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli barang yang tidak memberikan manfaat yang sesungguhnya diperlukan.
3. Hindari utang konsumtif
Bisa dibayangkan betapa kacaunya kondisi keuangan jika harus membeli barang konsumtif, yang mungkin saja tidak dibutuhkan, namun harus dibeli dengan kredit.
Baca: Kurangi beban hidupmu dengan jalani slow living
4. Tidak terpengaruh tren
Konsep frugal living menghindari tren, baik itu fesyen, gadget, mobil, atau benda-benda konsumtif lainnya.
Tidak memikirkan ekspektasi dan pendapat orang lain atas diri kita juga menjadi prinsip frugal living. Menghindari siklus konsumerisme dan tidak melakukan impulsif buying adalah perilaku yang harus dijaga dalam frugal living.
5. Hidup bukan untuk saat ini saja
Menerapkan konsep frugal living tidak hanya untuk kebaikan diri sendiri, tapi untuk juga untuk lingkungan dan keberlangsungan bumi.
Masih ada hari esok, masih ada anak-anak yang perlu diperjuangkan, masih ada generasi penerus yang akan menggantungkan hidupnya di bumi ini.
Referensi :
White Jhon. 2021. The Frugal Life and Why We Should Educate for It. London Review of Education 19 (1).

Leave a Reply