7cloud.asia – Berikut adalah kisah beberapa pengguna Tiktok live streaming yang sudah mendapatkan cuan puluhan hingga ratusan juta dari jualan di Tiktok live shopping.
Salah satu pengguna Tiktok Live Shopping yang sudah merasakan cuan adalah Eko Muhyi Syafaat. Dari hasil screenshot yang diunggah oleh Eko menampilkan omzet penjualan hingga Rp108 juta.
Dari omzet ini, Eko akan mendapatkan 10 persen keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta rupiah lebih. Semua didapat dari Tiktok Live Shooping.
“Makasih om. Jadi semangat setiap liat om upload omzet. Jangan bosan yah kalau saya japri,” tulis Eko dikutip dari buku “Kitab Merah Tiktok Affiliate, Rahasia Ngomset 1 Milyar dari Tiktok Affiliate”.
Baca Juga: Sama-sama Tawarkan Live Shopping, Ini Kelebihan Tiktok Shop dibanding Shopee
Cerita sukses menggunakan Tiktok live streaming untuk meraup cuan hingga puluhan juta juga dirasakan oleh Nirwan.
Seminggu menggunakan Tiktok Affiliate, Nirwan berhasil menjual ribuan produk lewat Tiktok. Omzet yang dia dapatkan dalam sepekan berjualan di Tiktok adalah Rp135 juta.
Demikian juga yang dialami Wahyudi, seorang seller Tiktok yang pada bulan Desember 2022 mendapatkan omzet penjualan dari Tiktok sebanyak Rp34 juta.
Ya, meraup uang dari live shopping di Tiktok sedang menjadi incaran anak muda. Mengapa bisa begitu kita ikuti ulasan berikut ini.
Baca Juga: Sama-sama Tawarkan Live Shopping, Ini Kelebihan Tiktok Shop dibanding Shopee
Saat ini banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk jualan secara online dengan fitur Live Streaming atau live shopping. Keberadaan fitur live shopping itu sangat membantu para seller menjual barang dan menghasilkan ‘cuan’.
Beberapa platform yang menyediakan fitur live shopping adalah Shopee dan Tiktok Shop. Namun, sejumlah survei mengungkap TikTok Shop lebih populer digunakan para seller ketimbang Shopee.
Ini karena beberapa fitur-fitur paten dari Tiktok Shop memungkinkan para seller penggunanya meraup cuan.
Sebagai sarana para seller meraup cuan, Tiktok Shop dan Shopee memiliki keunggulannya masing-masing.
Shopee misalnya, menghadirkan kemudahan bagi seller dalam membuat toko di platform, sehingga memunculkan banyak seller baru.
Baca Juga: Mengungkap Sisi Gelap Fast Fashion Bagi Lingkungan dan Kehidupan Sosial
Akibatnya memicu terjadinya perang harga sesama seller. Tentu kondisi seperti ini tidak sehat buat para seller.
Celah ini kemudian dimanfaatkan oleh Tiktok Shop, di mana jarang ditemukan perang harga sesama seller, sehingga bisa menciptakan cuan yang juga besar.
Dilansir dari tayangan channel Youtube Franky Kamajaya, disebutkan bahwa dalam hal memperoleh followers, Tiktok Shop jauh lebih mudah dibandingkan di Shopee.
Berbeda kondisinya dengan Shopee, di mana untuk mendapatkan followers harus ditempuh dengan kerja ekstra.
Baca Juga: Brian Szcabo Populerkan Tidak Mencuci Celana Jin Raw Denim, Gaya atau Demi Lingkungan?
Fitur Tiktok Shop hasil berbagai inovasi dari kekurangan yang dimiliki Shopee, dengan menambahkan apa yang dibutuhkan pengguna muda.
Fitur seperti Tiktok Affiliate misalnya, membuat pengguna Tiktok meningkat pesat. Tiktok Shop terbilang baru masuk ke Indonesia, tapi kini penggunanya tercatat sudah mencapai 113 juta.
Pengguna Tiktok yang meningkat pesat memberikan peluang dagangan para seller dilihat lebih banyak orang, sehingga potensi terjualnya juga lebih besar.
Dengan jumlah pengguna ratusan juta ini, membuat Tiktok Shop jadi ceruk pasar yang sangat besar buat para seller untuk jualan secara online.
Baca Juga: Tren Anak Muda: Suka Beli Barang Bekas atau Thrifting demi Kurangi Sampah dan Polusi
Kombinasi fitur streaming plus entertainment membuat TikTok Shop semakin menarik bila dibandingkan dengan Shopee, yang memang hanya dijadikan sebagai media jualan online.
Ditambah, Tiktok Shop juga sudah menyiapkan berbagai kemudahan bagi para seller yang mau dapat cuan yang besar.
Meski belakangan manajemen Shopee juga terus melakukan berbagai inovasi agar platform mereka tidak ditinggalkan para seller penggunanya.
Mengapa Tiktok live streaming begitu dahsyat untuk jualan online? Ternyata rahasianya ada di algoritma.
Baca Juga: Kiat Menggunakan Internet yang Ramah Lingkungan
Tiktokers expert, Muhammad Salim dan Eko Muhyi Syafaat menulisnya di buku “Kitab Merah Tiktok Affiliate, “Rahasia Ngomset 1 Milyar dari Tiktok Affiliate”
Dijelaskan bahwa algoritma Tiktok menggunakan data besar (Big Data) dan Artificial Intelligence (AI) yang canggih yang tidak dimiliki oleh Shopee.
Dalam buku itu dipaparkan, algoritma Tiktok akan memberikan analisa sebuah video dan mengidentifikasi tag setiap pengguna melalui tindakan seperti suka, durasi nonton hingga komen, durasi tontonan hingga posting ulang dan jumlah followers.
Penjelasan singkat algoritma Tiktok sehingga begitu powerfull dijadikan sebagai platform jualan dibanding Shopee adalah sebagai berikut:
Like dinilai dengan 1 poin. Komentar dinilai dengan 2 poin. Share dinilai dengan 3 poin. Sementara rewatch (ditonton ulang) dinilai dengan 4 poin.
Baca Juga: Seperti Ini Dampak Gaya Hidup Konsumtif pada Lingkungan
Semakin tinggi interaksi pada video akan membuat semakin bagus peluang untuk naik viewnya.
Sehingga makin banyak interaksi yang diperoleh, maka akan semakin tinggi peluang untuk FYP atau For Your Page konten tersebut ke semua pengguna Tiktok.
Sementara itu, algoritma yang digunakan Marketplace Orange ini bekerja dengan memberikan peringkat hasil pencarian berdasarkan apa yang dicari pembeli.
Peringkat hasil pencarian ditentukan beberapa faktor, salah satunya adalah produk dengan tingkat konversi tertinggi cenderung lebih dipilih.
Baca Juga: Nicholas Saputra Ajak Masyarakat Kota Mengubah Perilaku untuk Menahan Laju Kerusakan Lingkungan

Leave a Reply