7cloud.asia – Masjidil Haram menjadi salah satu tempat yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Masjidil Haram yang merupakan singkatan Masjid Al Haram ini berlokasi di pusat Kota Mekkah, Arab Saudi.
Masjidil Haram menjadi sangat istimewa karena di dalamnya terdapat Ka’bah yang kadang disebut sebagai Baitullah atau ‘rumah’ Allah. Ka’bah inilah yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Baca: Wukuf, puncak ibadah haji yang berarti penyerahan diri
Masjidil Haram dibangun mengelilingi Ka’bah, dan disebut sebagai masjid tertua di dunia dan dianggap sebagai tempat paling suci bagi umat Islam. Bahkan non muslim tidak diizinkan masuk ke Masjidil Haram.
Masjidil Haram ini juga merupakan tujuan utama ketika umat Islam menjalankan ibadah haji. Di Masjidil Haram inilah sejumlah ritual haji dilaksanakan yakni tawaf dan sa’i.
Masjidil Haram menjadi istimewa? Karena berdasarkan hadits shahih, satu kali salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi (madinah) dan Masjidil Aqsha (Palestina).
Baca: Ibadah haji sudah ada jauh sebelum Islam berkembang
Kapan tepatnya Masjidil Haram mulai dibangun, tidak diketahui pasti. Tapi, banyak yang meyakini pembangunan Masjidil Haram sudah dilakukan jauh sebelum Nabi Muhammad menyebarkan Islam.
Bangunan Masjidil Haram pernah hancur akibat air bah pada masa Nabi Nuh, kemudian diperbaiki kembali.
Beberapa abad kemudian, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail untuk membangun sebuah bangunan di tengah perempatan kota Makkah untuk dijadikan tempat beribadah.
Baca: Gagal lunasi ONH, ratusan jemaah haji batal ke tanah suci
Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim pula yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim di sekitar Ka’bah. Sejak pembangunan itu, Ka’bah dan Masjidil Haram dijaga oleh para keturunan Nabi Ismail.
Masjidil Haram makin penting, setelah ada perintah Allah untuk mengalihkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.
Pada 638 Masehi, perluasan Masjidil Haram dimulai di era khalifah Umar bin Khattab. Kala itu, Umar bin Khattab membeli rumah-rumah di sekeliling Ka’bah, yang kemudian dirobohkan demi tujuan perluasan masjid ini.
Baca: Panjangnya daftar tunggu haji akibatkan banyak haji berangkat saat lansia
Pada masa kepemimpinan khalifah Usman bin Affan sekitar tahun 647 M, perluasan Masjidil Haram dilanjutkan.
Luas keseluruhan masjid ini mencapai 356.800 meter persegi dan mampu kemampuan menampung 820.000 jemaah saat musim haji.
Pada Ramadan tahun lalu, hampir 19 juta orang beribadah di perluasan ketiga Masjidil Haram. Dengan terus meningkatnya minat untuk ibadah umrah, Pemerintah Arab Saudi terus meluaskan daya tampung Masjidil haram.
Pada tahun 2030, daya tampung Masjidil Haram diharapkan meningkat menjadi 30 juta jamaah. Tujuannya yakni memberi kesempatan bagi lebih banyak umat Islam untuk melakukan ibadah haji dan umrah.
Esti Utami, dari berbagi sumber

Leave a Reply