7cloud.asia – Beberapa orang teman saya mengeluh, usai pandemi semangat belajar putra-putri mereka menurun. Anak-anak jadi enggan belajar ke sekolah, sehingga ada yang mempertimbangkan untuk mendaftarkan anaknya ke homeschooling.
Ya, di mata orang tua homeschooling dikenal sebagai metode pendidikan yang berbeda. Dengan homeschooling, anak tak harus berangkat ke sekolah setiap hari.
Anak yang menjalani homeschooling bisa belajar dengan nyaman di rumahnya sendiri. Kedengarannya menarik ya?
Sepintas, pilihan untuk memasukkan anak ke homechooling terlihat menarik. Namun, sebelum memutuskan hal itu orang tua perlu tahu kelebihan dan kekurangan homeschooling agar tidak salah ambil keputusan.
Baca: Pembelajaran berpusat pada siswa belum tentu sesuai untuk semua orang
Homeschooling sudah diakui sebagai salah satu sistem pendidikan yang legal di Indonesia. Homeschooling diatur dalam UU Sisdiknas.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014 mendefinisikan sekolah rumah atau homeschooling sebagai proses layanan pendidikan secara sadar dan terencana dilakukan oleh orang tua/keluarga di rumah atau tempat dengan suasana kondusif.
Jika Anda ingin menyekolahkan putra-putri Anda dengan metode homeschooling, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui.
Homeschooling atau sekolah mandiri adalah metode pendidikan alternatif yang ada saat ini selain sekolah formal. Sesuai namanya, metode homeschooling dilakukan secara mandiri di rumah.
Baca: Mengapa metode montessori makin diminati
Dengan metode homeschooling orangtua dan siswa berperan aktif menentukan sendiri cara belajarnya sesuai kemampuan, minat, serta gaya belajar anak.
Orangtua yang memilih homeschooling untuk anaknya bisa mendatangkan staf pengajar ke rumah untuk mengajari anaknya kurikulum formal layaknya di sekolah. Hanya saja, suasana belajar homeschooling lebih homey karena dilakukan di rumah.
Bagi orang tua yang ingin menerapkan metode homeschooling untuk anaknya, diwajibkan untuk melapor ke kepala dinas pendidikan di tingkat kabupaten atau kota setempat.
Keuntungan yang paling utama dari homeschooling adalah anak bisa mendapatkan perhatian penuh dari staf pengajar, sehingga ia tidak perlu menunggu giliran untuk mempelajari sesuatu.
Baca: Sekolah alternatif buat mereka yang putus sekolah
Homeschooling juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Bila siswa homeschooling mampu mengikuti pelajaran dengan baik, maka guru bisa melanjutkan belajar ke tahap berikutnya. Sebaliknya, bila siswa homeschooling merasa kesulitan, guru bisa terus mengajarkan pelajaran tersebut sampai dia memahaminya.
Mereka yang sudah pernah mencoba homeschooling pun mengaku dapat menikmati proses belajar dengan leluasa. Keuntungan homeschooling sebagaimana dilansir di halodoc.com
- Orangtua dan anak dapat menentukan waktu dan durasi belajar. Hal ini sangat menguntungkan bagi anak yang punya segudang aktivitas seperti dari kalangan artis, olahragawan, dan sebagainya.
- Orangtua bisa menentukan sendiri topik dan cara belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar anak. Dengan demikian, anak bisa mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal.
- Kebanyakan sekolah formal menetapkan jadwal belajar yang padat dari pagi sampai sore untuk anak. Sedangkan homeschooling, membiarkan anak untuk mengatur waktu belajarnya secara fleksibel, sehingga anak bisa mendapatkan waktu istirahat yang lebih lama.
- Dengan homeschooling, orangtua juga bisa memantau perkembangan belajar anak serta pergaulannya.
Baca: Homeschool ini membuat siswanya gemar membaca dan jago menulis
Adapun kekurangan metode pendidikan homeschooling.
- Anak yang homeschooling biasanya memiliki kehidupan sosial yang kurang luas, sehingga dia kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial.
- Belum semua homeschooling memenuhi standarisasi kurikulum
- Biaya homeschooling relatif lebih mahal dibanding sekolah reguler
- Kurang memiliki daya saing karena sekolah merupakan salah satu tempat terbaik untuk melatih jiwa kompetitif anak.
Setelah membaca kelebihan dan kekurangan homeschooling, para orangtua diharapkan bisa memilih sistem pendidikan yang paling sesuai dengan kondisinya.
Satu hal yang patut digarisbawahi, libatkan anak dalam mengambil keputusan. Jangan jadikan homeschooling sebagai jalan pintas bagi anak, dan pertimbangkan semua aspek yang ada dengan matang.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, homeschooling belum tentu sesuai untuk semua anak. Namun, homeschooling bisa dijadikan solusi bagi anak-anak dengan banyak kegiatan ataupun anak berkebutuhan khusus dan memiliki keterbatasan tertentu.

Leave a Reply