50 Tahun Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Polusi Plastik Ditargetkan Turun 80 Persen pada 2040

Written by

in

7cloud.asia – Tahun ini masyarakat dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-50 dengan fokus pada solusi polusi plastik. Perayaan resmi Hari Lingkungan Hidup Sedunia diadakan di Abidjan, Pantai Gading.

Tema solusi untuk polusi plastik pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini dinilai sangat tepat, setelah berakhirnya negosiasi putaran kedua mengenai kesepakatan global untuk mengakhiri polusi plastik di Prancis.

Umat manusia di seluruh dunia memproduksi lebih dari 430 juta ton plastik setiap tahunnya, dua pertiganya merupakan produk berumur pendek yang segera menjadi limbah.

Sementara biaya sosial dan ekonomi dari polusi plastik berkisar antara 300 hingga 600 miliar dolar AS per tahun.

Baca: Baru dua produsen di Indonesia yang benar-benar kelola sampah plastiknya

Menurut laporan Program Lingkungan PBB (UNEP) baru-baru ini, polusi plastik dapat berkurang hingga 80 persen pada tahun 2040.

Hal itu bakal terwujud jika negara dan perusahaan membuat kebijakan mendalam dan ada perubahan mendasar di pasar dengan menggunakan teknologi yang ada.

“Demi kesehatan planet ini, demi kesehatan kita, demi kemakmuran kita, kita harus mengakhiri polusi plastik. Ini akan memerlukan desain ulang menyeluruh tentang cara kami memproduksi, menggunakan, memulihkan, dan membuang plastik dan produk yang mengandungnya,” kata Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP.

“Bagaimana dunia memproduksi, mengkonsumsi, dan membuang plastik telah menciptakan bencana. Tapi itu salah satu yang bisa kita akhiri dengan mematikan keran polusi plastik. Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, saya mengajak semua orang untuk bergabung dengan gerakan global. Dan bantu kami mengalahkan polusi plastik, untuk selamanya.”

Baca: Robries mengubah sampah plastik jadi furnitur cantik

Selama lima dekade terakhir, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia telah berkembang menjadi salah satu platform global terbesar untuk lingkungan.

Puluhan juta orang berpartisipasi dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, baik secara daring maupun melalui berbagai aktivitas, acara, dan tindakan langsung di seluruh dunia.

“Plastik terbuat dari bahan bakar fosil – semakin banyak plastik yang kita hasilkan, semakin banyak bahan bakar fosil yang kita bakar, dan semakin buruk kita membuat krisis iklim. Tapi kami punya solusinya,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam pesan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Ia menambahkan, “Kita harus bekerja sebagai satu kesatuan – pemerintah, perusahaan, dan konsumen – untuk menghentikan ketergantungan terhadap plastik, memperjuangkan nol limbah, dan membangun ekonomi sirkular yang sesungguhnya.”

Baca: Solusi sampah plastik di Indonesia

Berbicara pada acara resmi di Espace Latrille Events Deux Plateaux di Abidjan, Jean-Luc Assi, Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Pantai Gading, mengatakan Pantai Gading mengeluarkan keputusan pada tahun 2013 yang melarang produksi, impor dan pemasaran, kepemilikan dan penggunaan kantong plastik.

“Ini telah mendukung bisnis untuk beralih ke kemasan yang dapat digunakan kembali dan dapat terurai secara hayati.” ujarnya.

Kota terbesar di Pantai Gading, Abidjan, juga diarahkan untuk menjadi pusat bagi perusahaan baru yang ingin mengalahkan polusi plastik. 

Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia membantu menyoroti tantangan mendesak yang kita hadapi saat ini. Tantangan seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Polusi plastik menyentuh ketiga tantangan tersebut,” kata Vivianne Heijnen, Menteri Lingkungan Hidup Belanda.

“Sangat penting bagi kami untuk terus meningkatkan kesadaran, mengumpulkan praktik terbaik, dan memastikan komitmen dari semua pemangku kepentingan. Saya berharap edisi Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini akan terbukti menjadi peristiwa penting dalam perjuangan kita bersama untuk mengalahkan polusi plastik.” imbuhnya

Baca:  KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak kelola sampah plastiknya

Upaya mengurangi produksi dan penggunaan plastik juga terus dilakukan. Pada sesi kedua Intergovernmental Negotiating Committee (INC) tentang polusi plastik di Paris, Prancis, Ketua INC diberi mandat untuk menyiapkan draft nol perjanjian internasional yang mengikat secara hukum tentang polusi plastik, termasuk di lingkungan laut.

Pada bulan Februari 2022, pada sesi kelima Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEA-5.2), sebuah resolusi bersejarah diadopsi untuk mengembangkan instrumen yang mengikat secara hukum internasional tentang polusi plastik, termasuk di lingkungan laut dengan ambisi untuk menyelesaikan negosiasi pada akhir tahun 2024.

Instrumen tersebut akan didasarkan pada pendekatan komprehensif yang membahas siklus hidup penuh plastik. Sesi ketiga INC akan berlangsung di Nairobi, Kenya, pada November 2023.

Sumber: UNEP

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *