Ekonomi Sirkular Antar Jawa Tengah Raih Gelar Provinsi dengan Pembangunan Daerah Terbaik

Written by

in

7cloud.asia – Pemprov Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo berkomitmen untuk terus mengembangkan ekonomi sirkular.

Untuk itu, keterlibatan anak muda kreatif sangat penting, mengingat ekonomi sirkular semakin menjadi tren dan dapat menyelesaikan beberapa persoalan di masyarakat, khususnya terkait masalah lingkungan.

“Sebenarnya ekonomi sirkular kan menjadi tren ya. Kalau kemudian masyarakat punya problem di tempatnya masing-masing dan mereka ingin menyelesaikan, ternyata berdasarkan sumber atau resources yang ada di situ, mereka mampu untuk mengolah kembali, dan ternyata praktik-praktik baik itu ada. Kita mencoba mendampingi,” kata Ganjar Pranowo usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah, awal Juni lalu.
 
Baca: Contoh sukses mendulang cuan dari ekonomi sirkular
 
Ditambahkan, perkembangan ekonomi sirkular, juga terlihat dari semakin tingginya minat masyarakat untuk melakukan daur ulang.
 
Perkembangan ekonomi sirkular ini sejalan dengan semakin banyaknya generasi muda yang peduli dengan isu lingkungan dan ingin membuat dunia menjadi lebih baik dan nyaman.
 
“Banyak sekali kelompok masyarakat yang muda dan demen banget sama ekonomi sirkular. Generasi muda sekarang itu sangat berorientasi pada isu lingkungan, bagaimana kemudian dunia itu lebih baik dan lebih nyaman, semua yang hari ini mengganggu, contohnya sampah begitu, mereka mencoba mengolah,” tuturnya.
 
Baca: Ekonomi sirkular di sektor industri air minum kemasan
 
Ganjar Pranowo lantas menyebutkan contoh penerapan ekonomi sirkular yang dilakukan sejumlah anak muda dengan mengolah sampah baru menjaid produk fesyen.
 
Beberapa waktu lalu, Ganjar Pranowo menerima kiriman baju dengan pewarna alam, dan memanfaatkan material bekas untuk kancing baju.
 
“Biasa saja kalau dilihat tetapi setelah saya tanya, pewarnanya itu natural. Hitam natural baru saya lihat sekali itu bagus, tidak terlalu gelap tapi hitamnya kelihatan dominan. Kedua, beberapa kancing bajunya itu beberapa materi-materi yang dibuang. Ini contoh dari ekonomi sirkular,” katanya.
 
Baca: KLHK ajak masyarakat ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastiknya
 
Ganjar Pranowo menegaskan, produk itu menjadi bukti, di tangan generasi muda sampah dapat diolah kembali dan menghasilkan produk yang bagus. 
 
“Oleh anak-anak muda didesain dengan sedemikian rupa bagusnya, kemudian menjadi produk yang bagus. Ini contoh-contoh saja. Mudah-mudahan menjadi trendsetter ya, ekonomi sirkular dan orang mau melakukan aktivitas di situ,” ungkapnya.
 
Menurutnya, penerapan ekonomi sirkular yang mulai dikembangkan di Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 
Bappenas.
 
Jawa Tengah menjadi provinsi terbaik pertama dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2023. Penghargaan dari Bappenas ini juga pernah diterima Jawa Tengah pada 2019 dan 2020.

 
Baca: Plastik ramah lingkungan yang beredar di pasar Indonesia
 
Namun Ganjar Pranowo menegaskan penghargaan ini hanyalah efek dari penerapan ekonomi sirkular.
 
“Penghargaan itu bukan tujuan, tapi substansi dari program, termasuk ekonomi sirkular harus menyentuh kelompok masyarakat,” tandasnya.
 
Peghargaan ini juga tak lepas dari penerapan energi baru terbarukan atau EBT. Itu terlihat dari banyaknya jumlah desa mandiri energi (DME) di Jawa Tengah.
 
Saat ini telah berjumlah 2.353 DME. Seluruh DME tersebut terdiri dari 2.167 DME inisiatif, 160 DME berkembang, dan 26 DME mapan.
 
Sumber: jawatengah.go.id
 
 

 

 

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *