Kiat Ganjar Pranowo Turunkan Angka Stunting di Jawa Tengah

Written by

in

7cloud.asia – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terus menggenjot penanganan stunting di provinsi yang dipimpinnya. 
 
Salah satu langkah yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Jawa Tengah adalah dengan menggunakan beras fortifikasi yang diujicobakan di 253 desa di Jawa Tengah.
 
Setidaknya 500 ibu hamil di sejumlah daerah di Tawa Tengah mendapat pembagian beras fortifikasi ini dengan tujuan untuk mencegah stunting. 
 
Pilot project penanganan stunting di Jawa Tengah itu dilakukan dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, tempat Ganjar Pranowo pernah menuntut ilmu.
 

 

Ganjar Pranowo mengatakan, Keberhasilan pilot project penggunaan beras fortifikasi di Jateng sudah terlihat.

“Dari sampling yang saya lihat, hasilnya lumayan bagus. Jadi, sistem sudah dibuatkan, tapi praktek sudah dilaksanakan,” kata Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo mengatakan Pilot project penurunan angka stunting ini  merupakan program kolaborasi antar beberapa pihak, dari kampus, BUMD, dari pemerintah, termasuk dari kabupaten/kota.

“Harapan kami, stunting bisa kami keroyok. Maka kita memastikan ibu-ibu hamil, asupan gizinya harus bagus. Diperiksanya rutin. Sehingga mereka yang berpartisipasi untuk mengawasi ini, harapan kami juga memberikan catatan-catatan data seakurat mungkin,” jelas Ganjar Pranowo awal Mei lalu. 

Baca: Standar garis kemiskinan layak dikaji ulang

Dilansir suara.com, metode lain untuk menangani persoalan stunting juga terus dikembangkan UGM. Selain itu, kampus lain juga akan didorong agar melakukan penelitian untuk mencari solusi terkait dengan masalah stunting.

“Dulu dari peternakan UGM juga pernah ada telur omega. Yang lain kalau ada, kami dorong. Model keroyokan inilah yang kami harapkan nanti, bisa melaksanakan program percepatan penanganan stunting,” tegas Ganjar Pranowo.

Penanganan stunting menjadi fokus utama Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Baca: Kemiskinan ekstrem di Indonesia turun drastis, tapi ada catatan

Banyak program yang dirumuskan Ganjar Pranowo untuk menekan angka stunting di Jawa Tengah. Di antaranya program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng), Jo Kawin Bocah, edukasi melalui program Gubernur Mengajar, dan lainnya.

Berdasarkan perhitungan elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), pada 2018 tingkat stunting di Jawa Tengah tercatat berada di angka 24,4 persen.

Setahun kemudian pada 2019 angka stunting di Jawa Tengah turun menjadi 18,3 persen. Angka stunting kembali turun pada 2020 menjadi 14,5 persen. Kemudian, pada 2021 turun menjadi 12,8 persen, dan terakhir pada 2022 di angka 11,9 persen.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *