7cloud.asia – Di tengah krisis iklim yang sudah di depan mata, alga –baik makroalga maupun mikroalga– makin dilirik sebagai salah satu sumber pangan dunia di masa depan.
Alga hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, tapi saat ini hanya sedikit yang sudah diidentifikasi, sekalipun oleh para ahli.
Banyak spesies alga yang semakin penting sebagai organisme untuk masa depan, terutama mikroalga. Ke depan, mikroalga memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan dunia.
Artikel yang kami kutip dari eufic.org ini, menjelaskan apa itu mikroalga, memperkenalkan beberapa spesies mikroalga yang dapat dimakan, dan menjelaskan mengapa kita mungkin tertarik untuk mengonsumsi lebih banyak mikroalga.
Apa itu mikroalga dan jenis apa yang paling umum? Spesies alga termasuk dalam salah satu dari dua kategori: makroalga, seperti rumput laut, dan mikroalga.
Baca: Potensi mikroalga masih terabaikan
Mikroalga biasanya terbuat dari satu sel tunggal, atau sejumlah kecil sel yang disatukan dalam struktur yang sangat sederhana yang dapat dengan cepat tumbuh dan berkembang biak menjadi biomassa besar yang kaya nutrisi.
Anda mungkin pernah mendengar tentang Chlorella dan Spirulina. Keduanya adalah spesies mikroalga. Spesies berwarna biru-hijau ini termasuk di antara spesies kehidupan tertua di planet ini.
Chlorella berasal dari Taiwan dan Jepang, sedangkan Spirulina ditemukan di Afrika dan Asia. Tidak hanya aman dikonsumsi, keduanya juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
Selain Chlorella dan Spirulina, terdapat lebih dari 50.000 jenis spesies mikroalga yang berbeda. Semuanya melimpah di alam, dan ditemukan baik di air tawar maupun air asin, seperti di danau, sungai, dan laut.
Mikroalga dapat tumbuh di berbagai lingkungan, dan mentolerir berbagai suhu dan kondisi, dari Laut Mati yang asin hingga Arktik dan Antartika yang dingin.
Baca: Pemanfaatan mikroalga untuk mitigasi perubahan iklim
Mikroalga dalam makanan kita
Makroalga sudah umum dikonsumsi di banyak bagian dunia. Rumput laut, misalnya, telah menjadi bahan pokok selama ribuan tahun dalam masakan Asia, khususnya di Jepang, Korea, dan Cina.
Rumput laut kaya akan nutrisi, dan konsumsi rutin telah dikaitkan dengan kesehatan jantung, kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Salah satu alga yang paling populer adalah nori, yang digunakan dalam sushi. Nori merupakan sumber yodium yang kaya, yang merupakan nutrisi penting dalam produksi hormon tiroid dan memengaruhi metabolisme kita secara keseluruhan.
Namun, spesies makroalga tertentu, seperti kelp, yang merupakan salah satu spesies rumput laut terbesar, mungkin mengandung kadar nutrisi ini yang tinggi. Jumlah yodium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko efek kesehatan negatif yang terkait dengan tiroid.
Mikroalga sebagai sumber pangan mungkin masih kurang umum, tetapi mikroalga yang dianggap aman untuk dikonsumsi menjadi pesaing kuat dalam upaya menemukan alternatif protein yang berkelanjutan dan bergizi untuk memberi makan populasi global kita yang terus meningkat.
Baca: Pemanfaatan mikroalga sianobakteria untuk perbaiki kesuburan tanah
Mikroalga merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada protein hewani, karena membutuhkan lahan dan air tawar yang jauh lebih sedikit untuk diproduksi daripada protein hewani.
Mikroalga juga merupakan sumber vitamin A, B, C, dan B12 yang kaya. Mikroalga juga mengandung yodium, tetapi lebih sedikit daripada makroalga.
Beberapa spesies dapat meningkatkan kandungan protein pada makanan populer, seperti Spirulina, yang dapat ditambahkan ke adonan roti dan krim sayuran, seperti yang ditunjukkan di sini oleh proyek ProFuture.
Selain menawarkan sumber protein dan serat yang berkelanjutan, mikroalga juga merupakan sumber lemak sehat, termasuk asam lemak omega-3 dan omega-6.
Asam lemak omega-3 dan omega-6 adalah asam lemak esensial, artinya tubuh manusia tidak dapat memproduksinya sendiri. Oleh karena itu, asupan kita harus berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ikan dapat menjadi salah satu sumber asam lemak esensial ini.
Namun, karena biaya penangkapan yang meningkat dan kekhawatiran yang semakin besar tentang keberlanjutannya, mikroalga dipandang sebagai sumber alternatif potensial untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang semula disuplai ikan ini.
Referensi: https://www.eufic.org/en/food-production/article/microalgae-what-are-they-and-how-to-grow-and-use-them
Leave a Reply