Hari Lamun Sedunia: Pelindung Kawasan Pesisir yang Kini dalam Bahaya

Written by

in

7cloud.asia – Padang lamun merupakan salah satu ekosistem laut yang paling banyak ditemukan di muka Bumi.

Lamun adalah kelompok tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup terbenam di perairan laut dangkal, terdiri dari berbagai spesies di bawah famili Hydrocharitaceae dan Cymodoceaceae. 

Program Lingkungan PBB (United Nation Environment Programme/UNEP) memperkirakan luasan padang lamun meliputi sekitar 300.000 kilometer persegi dasar laut yang tersebar di 159 negara.

Padang lamun yang monokromatik mungkin tidak seindah terumbu karang penuh warna atau semisterius hutan bakau, namun dia menyediakan tempat perlindungan bagi ikan dan satwa laut lainnya.

Padang lamun juga melindungi pantai dari badai, dan merupakan penyimpan karbon utama, menjadikannya salah satu ruang alam yang paling berharga di dunia.

Dilansir di laman resmi UNEP, unep.org, meski punya peran penting, ekosistem lamun saat ini berada dalam bahaya.

Baca: Kolaborasi petakan padang lamun di Indonesia

Setiap setengah jam, setidaknya seluas lapangan sepak bola padang lamun hilang karena berbagai sebab. Dan, diperkirakan 7 persen padang lamun hilang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Pengasaman laut, pembangunan kawasan pesisir, dan peningkatan suhu laut akibat perubahan iklim adalah pendorong utama hilangnya padang lamun.

Untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman terhadap ekosistem ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Lamun Sedunia.

“Ekosistem lamun adalah contoh sempurna dari alam yang beraksi, di mana habitat dan jaring kehidupan yang rapuh terjalin dalam harmoni yang sempurna,” kata Leticia Carvalho, yang sebelumnya memimpin Cabang Kelautan dan Air Tawar dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

“Pada Hari Lamun Sedunia, mari kita soroti keajaiban padang lamun dan spesies, baik manusia maupun non-manusia, yang bergantung padanya,” tambahnya.

Carvalho mengatakan dunia harus memprioritaskan tindakan yang tepat waktu, ambisius, dan terkoordinasi yang melestarikan, memulihkan, dan mengelola lamun secara berkelanjutan.

Baca: Peran penting padang lamun dalam menyerap karbon

 

Dalam hal ini, negara-negara di dunia perlu memastikan bahwa masyarakat lokal, yang telah hidup harmonis dengan alam selama ribuan tahun, mendapatkan manfaatnya.

Meningkatkan upaya ini sangat penting untuk mencapai penurunan emisi global sebagaimana digariskan di Perjanjian Paris dan banyak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Carvalho.

Pelestarian padang lamun juga dianggap penting untuk membantu negara-negara memenuhi tujuan Konvensi Rio, yang merupakan tiga perjanjian global utama yang menangani perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi lahan.

Untuk mencapai target masing-masing dan mengamankan masa depan padang lamun yang berkelanjutan secara lingkungan, laporan State of Finance for Nature terbaru dari UNEP memperkirakan kebutuhan investasi tahunan sebesar 29 miliar dolar.

Pemulihan lamun yang mencakup perencanaan, penanaman, pemantauan, dan sebagainya diperkirakan memakan biaya sekitar 700 ribu dolar AS (Rp10,4 miliar ) per hektare.

Angka ini jauh lebih murah dibandingkan ongkos restorasi karang sekitar 3 juta dolar AS atau sekitar Rp44,9 miliar per hektare.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *