7cloud.asia – Perubahan iklim tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi generasi muda, yakni kebutuhan akan tenaga kerja hijau atau green jobs.
Seperti negara-negara lain di dunia, Indonesia saat ini tengah mendorong transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi gas rumah kaca.
Dalam proses tersebut, penguatan keterampilan sumber daya manusia didukung melalui pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan PPSDM.
Mengacu pada proyeksi pembangunan nasional, Indonesia berpotensi menciptakan sekitar 4 juta tenaga kerja hijau atau green jobs di masa yang akan datang. Dan, green jobs ini menjadi peluang untuk mewujudkan masa depan yang lebih inklusif
Melalui konsep green jobs, mahasiswa didorong untuk melihat perubahan global menuju ekonomi berkelanjutan sebagai ruang kontribusi sekaligus masa depan dunia kerja.
Demikian terungkap dalam kegiatan Ruang Aksi Goes to Campus yang diselenggarakan di Kampus Universitas Saintek Muhammadiyah, Rabu (25/2/2026),
Baca: Dampak greenwashing pada upaya menuju keberlanjutan
Direktur Kemitraan Strategis dan Pengembangan Koaksi Indonesia, Indra Sari Wardhani, menjelaskan bahwa meningkatnya bencana akibat perubahan iklim menuntut transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
Dia menjelaskan, green jobs memiliki tiga karakter utama, yaitu berkontribusi pada kelestarian lingkungan, bersifat layak dan adil bagi pekerja, serta inklusif bagi semua kalangan.
“Green jobs bukan sekadar tren, tetapi bagian dari transformasi ekonomi menuju keberlanjutan,” jelasnya.
Diskusi juga menghadirkan perspektif nilai keagamaan melalui paparan Syahrul Ramadan, Circle Manager GreenFaith Indonesia, yang mengangkat pendekatan ekoteologi—yakni cara pandang yang mengaitkan ajaran agama dengan tanggung jawab ekologis.
Dia menegaskan bahwa krisis lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknologi semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran spiritual.
“Manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Greenjobs dapat menjadi salah satu bentuk aksi nyata dari nilai iman,” ungkapnya.
Baca: Regulasi yang melarang praktik greenwashing
Dari perspektif industri, Aki Soehartono, RE Project Consultant Inovasi Dinamika Pratama, menekankan bahwa peluang green jobs terbuka luas, tak hanya bagi tenaga teknis, tetapi juga bagi bidang komunikasi dan sosial selama memiliki wawasan lingkungan.
Sementara itu, Fitrianti Sofyan, Manajer Komunikasi dan Kampanye Koaksi Indonesia, menegaskan bahwa green jobs bersifat inklusif dan dapat diakses oleh berbagai latar belakang keilmuan selama berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Mario Zulhadi Amrullah, Dosen Fakultas Komunikasi dan Bisnis Universitas Saintek Muhammadiyah, menyoroti pentingnya peran kampus dalam menjalin kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri, serta mendorong integrasi perspektif lingkungan dalam kurikulum.
Diskusi menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi, kesadaran lingkungan, serta kesiapan mahasiswa menghadapi masa depan kerja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami tantangan perubahan iklim, tetapi juga melihatnya sebagai peluang untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan sekaligus membangun karier di sektor green jobs
Baca: Kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan terus meningkat

Leave a Reply