7cloud.asia – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menekankan pentingnya tanggung jawab bersama seluruh warga Jakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air.
Di sela kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih”, Jusuf Kalla mengatakan bahwa dampak banjir paling dirasakan oleh masyarakat kecil sehingga upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran masing-masing warga.
Namun demikian, Kalla juga mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk turut berkontribusi karena kerugian akibat banjir berdampak pada seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha.
Sementara pemerintah daerah bisa mengambil peran lewat kebijakan yang peduli lingkungan dan tindakan mitigasi.
Baca: Pemprov DKI Jakarta gelar ‘Jaga Jakarta Bersih’ serentak di seluruh wilayah
Mantan wakil presiden dua kali ini mengatakan, banjir di Jakarta terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Jalan keluarnya ada di sungai, gorong-gorong, dan selokan, dan itu harus dibersihkan.
”Oleh karena itu, setiap rumah harus bertanggung jawab membersihkan selokan di depan rumahnya sendiri. Satu jam seminggu sudah cukup. Jika semua warga bergerak, Jakarta akan jauh dari banjir,” ujar Jusuf Kalla di sela kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih” di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat, sekaligus mencegah banjir.
Kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” ini dilaksanakan di berbagai lokasi, antara lain: Jakarta Pusat di Cempaka Putih RT 07; Jakarta Timur di Pintu Air Cipinang Melayu.
Baca: Kegagalan kebijakan tata ruang perburuk banjir di Jakarta, Semarang dan Surabaya
Sedangkan aksi “Jaga Jakarta Bersih” Jakarta Selatan dipusatkan di Inspeksi Kali Ciliwung; Jakarta Barat di Jalan Pulau Nangka; serta Jakarta Utara di Danau Bisma, Tanjung Priok.
Kegiatan ini diikuti ribuan aparatur sipil negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), tenaga ahli (TA) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, serta masyarakat dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Dalam kegiatan ini, PMI memberikan bantuan peralatan kebersihan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung sampah.
Setiap kota administrasi masing-masing menerima 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak sorong, dan 600 karung sampah.

Leave a Reply