Anomali Data BPS: Angka Pengangguran Menurun di Tengah Tingginya PHK

Written by

in

7cloud.asia – Badan Pusat Statistik (BPS), dalam konferensi pers pada Kamis (5/2/2026) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang pada November 2025.

Angka tersebut turun sekitar 109.000 orang dibandingkan Agustus 2025, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) menyusut menjadi 4,74 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan penurunan angka pengangguran ini terjadi seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja dalam periode Agustus-November 2025.

“Pada November 2025 terdapat 7,35 juta orang menganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,74 persen. Dengan demikian, jumlah orang yang menganggur mengalami penurunan,” kata Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (5/2/2026) dipantau dari YouTube BPS.

Ia menyampaikan jumlah penduduk bekerja naik menjadi 147,91 juta orang, bertambah 1,37 juta orang dibanding Agustus 2025. Kenaikan tersebut mendorong total angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang.

Baca: Puluhan ribu sarjana S1 dan S2 putus asa mencari kerja

Partisipasi masyarakat di pasar kerja juga meningkat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 70,95 persen, lebih tinggi dari Agustus yang sebesar 70,59 persen. TPAK laki-laki mencapai 84,83 persen, sedangkan perempuan 56,91 persen.

BPS juga mencatat mayoritas pekerja kini terserap pada pekerjaan penuh waktu. Sebanyak 100,49 juta orang bekerja minimal 35 jam per minggu dengan proporsi 67,94 persen dari total pekerja.

Selain itu, proporsi pekerja formal meningkat menjadi 42,30 persen.

“Proporsi pekerja formal dan pekerja penuh waktu sama-sama meningkat pada November 2025,” ucap Amalia.

Dari sisi lapangan usaha, penyerapan tenaga kerja terbesar masih berasal dari pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

Baca: Jumlah pengangguran pada Agustus 2025 capai 7,46 juta orang

Sementara kenaikan tertinggi terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum, disusul industri pengolahan serta perdagangan.

Secara keseluruhan, BPS menyimpulkan sekitar 95 dari 100 angkatan kerja telah bekerja, menandakan kondisi pasar tenaga kerja Indonesia terus membaik menjelang akhir 2025.

Data BPS yang menunjukkan angka pengangguran yang rendah ini terjadi di tengah tingginya angka pemutusan hubungan kerja yang terekam dalam data Kementerian Ketenagakerjaan.

Data Kemnaker mencatat, setidaknya 88.519 pekerja terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) sepanjang tahun 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi dibanding tahun 2023 dan 2024.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *