7cloud.asia – Mengonsumsi 2 hingga 3 cangkir kopi disebut bagus untuk kesehatan. Namun, sejumlah penelitian menemukan bahwa semakin banyak konsumsi kopi dalam sehari dapat meningkatkan kadar kolesterol, trigliserida dan kolesterol jahat (LDL).
Senyawa yang bertanggung jawab atas fenomena ini bukanlah kafein, melainkan kandungan lipid yang dikenal sebagai senyawa diterpen, yang juga ditemukan dalam kopi.
Meskipun memiliki potensi risiko terhadap peningkatan kadar kolesterol LDL, efek samping kopi ini dapat dimitigasi sepenuhnya melalui pemilihan metode penyeduhan yang tepat.
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), Apt Erny Sagita MFarm PhD mengatakan, konsumsi kopi tetap aman selama memperhatikan campuran kopi, frekuensi minum kopi, serta metode ekstraksi kopinya.
Dalam tulisannya di Antaranews.com, anggota Klaster Riset Kosmetik dan Suplemen FFUI
ini memaparkan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi dan suhu air yang digunakan saat menyeduh kopi menghasilkan perbedaan signifikan pada kadar diterpen dalam secangkir kopi.
Metode penyeduhan yang melibatkan kontak langsung antara bubuk kopi dan air mendidih tanpa menggunakan filter menghasilkan kadar diterpen tertinggi. Contohnya adalah kopi rebus ala Skandinavia, kopi tubruk, dan kopi yang dibuat dengan metode French Press.
Dalam metode French Press, saringan logam yang digunakan memiliki pori-pori yang terlalu besar untuk bisa menahan tetesan minyak berukuran mikro yang mengandung diterpen dalam ekstrak kopi.
Metode espresso, meskipun menggunakan tekanan tinggi, menghasilkan kadar diterpen yang relatif moderat karena waktu kontak air dan bubuk kopi yang sangat singkat.
Baca: Kopi bisa mendongkrak kadar kolesterol
Satu cangkir kopi espresso rata-rata mengandung sekitar 1 miligram cafestol, jauh lebih rendah dibandingkan kopi tubruk yang bisa mencapai 4-6 miligram per cangkir.
Kopi instan memiliki kadar diterpen yang sangat rendah karena proses pembuatannya di pabrik, seperti freeze-drying atau spray-drying, dapat memisahkan sebagian besar fraksi lipid yang mengandung diterpen.
Penggunaan suhu air yang lebih rendah, seperti pada metode cold brew, juga cenderung menghasilkan diterpen lebih sedikit dibandingkan metode seduh panas.
Namun, karena waktu ekstraksi cold brew yang sangat lama (12–24 jam), sebagian fraksi lipid tetap dapat terbawa ke dalam konsentrat kopi.
Oleh karena itu, bagi konsumen kopi yang memiliki masalah kolesterol, pemilihan metode seduh kopi dapat menjadi salah satu intervensi gaya hidup.
Filter kertas
Penggunaan kertas filter merupakan metode paling efektif untuk menghilangkan hampir seluruh kandungan diterpen dalam kopi.
Fenomena ini terjadi karena adanya proses pemisahan secara mekanik dan perbedaan karakter fisikokimia antara minyak kopi dan serat kertas.
Kertas filter kopi umumnya terbuat dari serat selulosa yang memiliki struktur jalinan benang yang sangat rapat dengan ukuran pori yang kecil.
Baca: Minum 2 sampai 3 cangkir kopi sehari tingkatkan kesehatan jantung
Diterpen dalam kopi berada dalam bentuk tetesan kecil minyak dalam air saat proses ekstraksi berlangsung. Ketika cairan kopi melewati filter, tetesan minyak yang bersifat hidrofobik (takut air) ini akan terperangkap di dalam pori-pori kertas.
Selain itu, terdapat gaya adsorpsi di mana molekul lipid akan menempel pada permukaan serat selulosa melalui interaksi hidrofobik.
Penelitian juga menunjukkan bahwa filter kertas mampu menahan lebih dari 95 persen cafestol dan kahweol yang terekstraksi dari bubuk kopi.
Sebagai perbandingan, filter yang terbuat dari logam atau nilon tidak memiliki kemampuan menahan lipid yang sama karena permukaannya yang tidak berpori halus dan sifat materialnya yang kurang efektif mengikat lipid.
Penggunaan filter kertas terbukti dalam berbagai studi kohort dapat mencegah kenaikan kolesterol LDL pada peminum kopi berat.
Hal ini menjadikan kopi filter, seperti V60 dan coffee drip, sebagai pilihan utama untuk konsumsi kopi yang lebih aman.
Inovasi dalam teknologi pangan dan pengetahuan akan teknik filtrasi memungkinkan pecinta kopi untuk tetap menikmati manfaat antioksidan kopi tanpa mengorbankan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Leave a Reply