7cloud.asia – Para pekerja Venezuela menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (14/1/2026) di sejumlah ruas jalan di Caracas untuk menuntut pembebasan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Saat ini, Nicolas Maduro dan istrinya masih ditahan oleh militer Amerika Serikat (AS) sejak serangan militer pada 3 Januari lalu.
Berbicara melalui telepon saat aksi unjuk rasa tersebut berlangsung, penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyerukan kepada para pendukung untuk tetap bersatu dalam apa yang dia gambarkan sebagai perjuangan mengamankan kepulangan Maduro dan Flores.
“Kita harus tetap bersemangat untuk membawa presiden dan ibu negara kembali (ke Venezuela),” kata Rodriguez.
Baca: Serangan militer AS ke Venezuela akan melahirkan tatanan dunia baru
Dia juga mendorong persatuan nasional serta upaya berkelanjutan menuju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial.
Para demonstran berkumpul di Lapangan O’Leary di pusat kota Caracas.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Rodriguez juga menyerukan solidaritas di antara para pekerja Venezuela dan menyatakan keyakinannya pada Kongres Konstituen Kelas Pekerja Nasional yang baru saja diselenggarakan.
Rodriguez mengatakan dirinya berharap kongres tersebut akan menghasilkan undang-undang yang mendorong keadilan, inklusi, dan kesetaraan sosial.
Baca: China nyatakan hormati kedaulatan Venezuela
Kepala Serikat Pekerja Sosialis Bolivarian Pusat Wilis Rangel menyerukan kepada AS untuk memulangkan Maduro dan Flores, serta bersumpah para pendukungnya akan terus melakukan mobilisasi baik di jalan-jalan maupun di tempat kerja.
Sejumlah orator lain dalam aksi unjuk rasa tersebut menekankan persatuan dan menggambarkan Nicolas Maduro sebagai pemimpin yang berkomitmen terhadap dialog.
Ditambahkan bahwa mereka menyambut upaya pemerintah untuk membuka pembicaraan diplomatik dengan negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Venezuela.
Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

Leave a Reply