Iran Kecam Campur Tangan AS dan Israel untuk Ciptakan Destabilisasi di Iran

Written by

in

7cloud.asia – Otoritas Iran melalui Kedutaan Besarnya di Indonesia mengecam keterlibatan Amerika Serikat dan Israel di belakang kerusuhan yang terjadi di Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangan tertulisnya kepada media, disebutkan unjuk rasa pada Minggu (28/12/2025) dilatarbelakangi reaksi akibat dampak negatif fluktuasi mata uang terhadap kegiatan bisnis dan daya beli.

Tuntutan utama mereka adalah untuk mengembalikan stabilitas pasar dan menerapkan langkah-langkah ekonomi yang efektif. Unjuk rasa itu sejak awal bersifat umum.

Unjuk rasa berlangsung damai, berorientasi pada serikat pekerja dan tuntutan. Para pengunjuk rasa berusaha menyampaikan tuntutan dengan tenang tanpa mengganggu ketertiban umum.

Republik Islam Iran berpegang teguh pada hukum dan praktik hak kebebasan berekspresi dan berunjuk rasa secara damai, dan mengakui hak-hak ini dalam kerangka konstitusi dan komitmen internasional, termasuk Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR).

Baca: Situasi di Iran berangsur tenang usai dilanda kerusuhan

Ditegaskan, semua otoritas dan lembaga terkait telah memperhatikan tuntutan damai dan sah dari warga negara dan menggunakan kapasitas yang dimiliki untuk memenuhi tuntutan.

“Dalam konteks ini, tidak ada tindakan yang diambil terhadap para pengunjuk rasa damai,” demikian Kedutaan Besar Iran dalam pernyataannya.

Namun, otoritas Iran menekankan pihaknya tidak menolerir tindakan kekerasan terorganisir yang mengganggu ketertiban umum. Menurut dokumentasi yang ada, dalam beberapa kasus, unjuk rasa damai telah disalahgunakan secara sengaja untuk menyulut kekerasan.

Aksi anarkis ini disebut berafiliasi dengan kekuatan yang disetir dari luar, sehingga menyebabkan pengrusakan properti publik, penyerangan terhadap lembaga penegak hukum, dan penggunaan alat pembakar dan bahkan senjata api.

“Tindakan-tindakan ini tidak ada hubungannya dengan tuntutan ekonomi yang sah dan dianggap berada di luar cakupan perlindungan terhadap unjuk rasa damai menurut hukum hak asasi manusia internasional,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca: Iran mengecam standar ganda Amerika Serikat dan sekutunya

Otoritas Iran menyoroti sikap dan intervensi terang-terangan dari beberapa aktor asing, terutama AS dan rezim Zionis.

Pernyataan dan sikap yang eksplisit dan intervensionis dari para pejabat kedua pihak ini, yang mengandung provokasi untuk melakukan kekerasan, hasutan untuk menimbulkan kerusuhan, ancaman penggunaan kekerasan, dan melegitimasi tindakan destabilisasi internal.

Teheran menegaskan, ini merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama prinsip kedaulatan nasional, nonintervensi dan larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.

Secara khusus, Teheran mengecam pernyataan Presiden dan beberapa pejabat AS, yang secara eksplisit mengandung ancaman dan provokasi untuk melakukan kekerasan di dalam Iran, juga sikap Perdana Menteri Israel yang secara nyata mendukung kerusuhan di Iran.

“Ini telah memicu intensifikasi kekerasan teroris dan destabilisasi sosial,” tandasnya.

Iran menekankan bahwa setiap hasutan, dukungan, atau fasilitasi tindakan kekerasan dan subversif di dalam sebuah negara merdeka dianggap sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan menimbulkan tanggung jawab langsung dari negara yang campur tangan.

Baca: Serangan Israel ke Iran langgar Piagam PBB

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *