Situasi di Iran Berangsur Tenang Usai Dilanda Kerusuhan

Written by

in

7cloud.asia – Situasi di seluruh Iran kembali tenang pada Sabtu (10/1/2026) atau sehari setelah kerusuhan publik yang meluas yang menewaskan 6 orang di negara itu.

“Menurut pengamatan di lapangan, situasi sosial di berbagai kota di seluruh negeri sudah tenang,” kata kata juru bicara kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi seperti dikutip Antaranews.com.

Juru bicara kepolisian tersebut menjelaskan bahwa hanya ada sejumlah kecil kasus di beberapa kota yang melibatkan kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai “teroris.”

Aksi protes di Iran dimulai pada akhir Desember di tengah melemahnya mata uang lokal, rial Iran. Para pengunjuk rasa mengeluhkan gejolak nilai tukar yang tajam dan dampaknya terhadap harga grosir dan eceran.

Baca: Militer AS lancarkan serangan ke Iran

Presiden AS, Donald Trump telah berulang kali mengancam otoritas Iran di tengah protes tersebut.

Pada Jumat (9/1/2026) Trump mengatakan bahwa Washington akan terlibat dan akan “menghantam mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka” jika para pengunjuk rasa terbunuh selama kerusuhan di Iran.

Sebelumnya pada Jumat, media Iran melaporkan bahwa para pengunjuk rasa merusak properti milik pribadi maupun milik negara di ibu kota Teheran.

Sementara itu, walikota ibu kota itu, Alireza Zakani, berbicara tentang serangan yang dilakukan oleh peserta unjuk rasa pada Kamis (8/1/2026) terhadap fasilitas pasukan keamanan, pembakaran bus dan truk pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap bank.

Baca: Iran mengecam standar ganda Amerika Serikat dan sekutunya

Sementara itu, televisi pemerintah melaporkan adanya korban jiwa selama peristiwa tersebut, tetapi tidak menyebutkan dari pihak mana mereka berasal.

Iran sedang mengalami periode inflasi tinggi, dengan Bank Sentral menetapkan tingkat inflasi tahunan sebesar 38,9 persen.

Nilai tukar dolar AS berada di sekitar 50.000 rial (sekitar Rp842) sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini telah melonjak menjadi sekitar 1,4 juta rial (sekitar Rp23.595) di pasar terbuka.

Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *