Amerika Serikat Mundur dari 66 Organisasi Internasional, Sekjen PBB: Kami Tetap Jalankan Mandatnya

Written by

in

7cloud.asia – Sekretaris Jenderal António Guterres menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik diri dari sejumlah entitas PBB sekaligus menegaskan bahwa sistem tersebut masih akan tetap menjalankan semua mandatnya.

“Sebagaimana yang selalu kami tekankan, kontribusi wajib (assessed contributions) terhadap anggaran reguler PBB dan anggaran penjaga perdamaian, sebagaimana disetujui oleh Majelis Umum, merupakan kewajiban hukum berdasarkan Piagam PBB bagi seluruh Negara Anggota, termasuk Amerika Serikat,” demikian menurut pernyataan yang dipublikasi juru bicara PBB, Kamis (8/1/2025).

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (7/1/2026) Presiden AS, Donald Trump menandatangani memorandum yang menginstruksikan departemen dan badan eksekutif AS untuk segera menarik diri dari puluhan organisasi, konvensi, dan perjanjian internasional yang dianggap Washington bertentangan dengan kepentingan AS.

Menurut memorandum AS, keputusan tersebut berpengaruh terhadap 31 badan dan entitas PBB.

Terlepas dari pengumuman tersebut, Sekjen Guterres menekankan bahwa tugas organisasi akan terus berlanjut.

“Semua entitas PBB akan tetap melanjutkan pelaksanaan mandatnya sebagaimana diberikan oleh Negara-Negara Anggota,” katanya.

Baca: Serangan militer AS ke Venezuela akan lahirkan tatanan baru

“PBB memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan bagi mereka yang bergantung pada kami. Kami akan terus melaksanakan mandat kami dengan penuh keteguhan”.

Terpisah, pemerintah China mengaku tetap mendukung peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan multilateralisme meski AS mundur dari 66 organisasi internasional dan badan di bawah PBB.

“Tidak peduli bagaimana situasi berkembang, China akan tetap berkomitmen pada multilateralisme, mendukung peran sentral PBB dalam urusan internasional, dan bekerja sama dengan komunitas internasional lainnya untuk membangun sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing Kamis (8/1/2026).

“Ini bukan pertama kalinya AS menarik diri dari lembaga-lembaga tersebut. Pada kenyataannya, organisasi internasional dan lembaga multilateral bukanlah untuk mewakili kepentingan egois negara tertentu, tetapi untuk menjunjung tinggi kepentingan bersama semua negara anggota,” ungkap Mao Ning.

Berdasarkan alasan itulah, kata Mao Ning, sistem internasional yang berpusat pada PBB telah menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas global, mempromosikan pembangunan sosial ekonomi, dan melindungi hak dan kepentingan yang setara bagi semua negara selama lebih dari 80 tahun.

Mao Ning, apa yang terjadi dalam lanskap internasional sekali lagi membuktikan bahwa sistem multilateral yang efektif dapat mencegah hukum rimba berlaku dan mencegah pendekatan ‘siapa yang kuat dialah yang benar’ mendominasi tatanan internasional.

Baca: China dan Rusia sebut serangan AS ke Venezuela langgar hukum internasional

“Inilah yang paling dibutuhkan sebagian besar negara, terutama negara-negara kecil dan kurang berkembang, saat ini,” jelas Mao Ning.

Memorandum yang diteken Trump memerintahkan semua departemen dan lembaga eksekutif AS untuk menghentikan partisipasi dan pendanaan terhadap 35 organisasi non-PBB, serta 31 entitas PBB, “yang operasinya bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, atau kedaulatan AS.”

Gedung Putih berpendapat bahwa “penarikan ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam entitas yang memajukan agenda global di atas prioritas AS.”

Gedung putih dalam pernyataannya menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memulihkan “kedaulatan Amerika”.

Keputusan ini juga disebutnya untuk mengurangi pengeluaran pada lembaga-lembaga yang menurutnya “merusak kemerdekaan Amerika dan membuang-buang uang pembayar pajak.”

Trump berpendapat bahwa banyak organisasi yang menjadi sasaran “mengkritik kebijakan pemerintah, memajukan agenda yang bertentangan dengan nilai-nilai AS, atau menyia-nyiakan uang pembayar pajak dengan berpura-pura menangani isu-isu penting tetapi tidak mencapai hasil nyata apa pun.”

Baca: Sekjen PBB kecam penangkapan Presiden Venezuela oleh tentara AS

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *