7cloud.asia – Pada tahun 2022, 196 negara mengadopsi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global (Global Biodiversity Framework/GBF Kunming-Montreal), rencana paling ambisius di dunia untuk melindungi keanekaragaman hayati.
Di bawah Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming–Montreal ini, negara-negara telah berkomitmen untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030 untuk selanjutnya hidup harmonis dengan alam dan lingkungan pada tahun 2050.
Komitmen ini dituangkan dalam dalam Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Nasional, (National Biodiversity Strategies and Action Plans/NBSAP) atau rencana setiap negara untuk melindungi alam dan lingkungannya.
Dengan tenggat waktu 2030 yang semakin dekat, negara-negara diharapkan telah memperbarui Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Nasional mereka agar selaras dengan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global.
Baca: Upaya dunia dalam menjaga keanekaragaman hayati
Namun, hingga 30 Desember 2025, hanya 66 negara yang telah menyerahkan rencana revisi
Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Nasional
Program Lingkungan PBB (United Nation Environment Project/UNEP) mengingatkan negara-negara pentingnya untuk mempercepat tindakan/aksi. Negara-negara harus berupaya memperkuat implementasi pelestarian lingkungan.
Hal ini termasuk memulihkan habitat, menegakkan hukum lingkungan, mengurangi spesies invasif, memobilisasi pendanaan, dan memastikan keterlibatan masyarakat yang bermakna.
UNEP mendukung negara-negara dalam memperbarui dan mengimplementasikan NBSAP mereka dengan menyediakan bantuan teknis, pengembangan kapasitas, akses ke pendanaan.
UNEP juga menyiapkan dan platform untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman menjaga kelestarian keanekaragaman hayati mereka.
Baca: Dunia harus mempercepat upaya konservasi untuk menjaga keanekaragaman hayati
Selain itu juga ada Dana multilateral terbesar di dunia untuk lingkungan, Global Environment Facility (GEF).
GEF saat ini mendanai dua proyek utama untuk membantu negara-negara memperbarui dan mengimplementasikan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Nasional (NBSAP), yang keduanya dibantu oleh UNEP.
UNEP juga mendukung proyek-proyek lebih lanjut dari Dana Keanekaragaman Hayati Kunming dan Proyek Dana Perwalian China tentang implementasi Kerangka Kerja tersebut, serta Kemitraan Akselerator NBSAP yang dipimpin oleh negara.
Bersama-sama, inisiatif-inisiatif ini membantu negara-negara di dunia mengubah komitmen keanekaragaman hayati global menjadi tindakan nyata.

Leave a Reply