7cloud.asia – Camat Tebet, Putut Puji Linangkung meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta pengurus lingkungan untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya tawuran.
Putut mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna membahas penanganan tawuran di Manggarai yang kembali terjadi pada awal tahun ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, tawuran di Terowongan Manggarai kembali pecah berturut-turut selama dua hari pertama tahun 2026. Bentrokan melibatkan warga RW 004 dan RW 012 Kelurahan Manggarai.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih mengatakan, tawuran melibatkan sekitar 20 orang dari masing-masing kelompok, di mana mereka saling menyerang melempar batu dan petasan di Terowongan Manggarai.
Putut menjelaskan, dalam upaya menghentikan tawuran yang terjadi, pihak kecamatan bersama aparat kepolisian telah melakukan penegakan hukum dengan membubarkan massa dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat.
“Untuk pengamanan sebenarnya sudah ada petugas Satpol PP dan kepolisian yang berjaga di pos sekitar taman,” terangnya.
Baca: Perlu langkah komprehensif untuk mencegah tawuran di Jakarta
Menurutnya, pada hari ini pihaknya mengundang seluruh pengurus lingkungan, OPD, dan Ormas setempat untuk mendiskusikan permasalahan tawuran serta merumuskan langkah-langkah ke depan.
Para pengurus lingkungan akan diminta menyampaikan masukan, seperti usulan kegiatan, program pemberdayaan, maupun peluang pekerjaan. Selanjutnya, OPD terkait akan merespons dan menindaklanjuti aspirasi tersebut.
“Kami juga meminta unsur terkait untuk memaparkan program yang akan dilaksanakan bagi warga sekitar selama satu tahun ke depan. Harapannya, setiap bulan ada kegiatan yang bisa diikuti warga,” ungkapnya.
Putut berharap, hasil diskusi tersebut dapat disosialisasikan oleh para pengurus lingkungan kepada masyarakat agar warga mengetahui program dan upaya yang akan dilakukan pemerintah.
“Kami akan evaluasi menyeluruh penyebab atau pemicu tawuran untuk segera didapatkan solusinya,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki menilai, penyelesaian masalah tawuran di kawasan Manggarai bukan persoalan sederhana.
Baca: 80 Persen pelajar yang terlibat tawuran adalah penerima KJP
Menurutnya, tawuran tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut faktor psikologis hingga kondisi ekonomi warga.
“Masalah tawuran ini tidak sederhana. Di dalamnya ada persoalan psikologi, juga kondisi ekonomi masyarakat,” ujar Subki, Senin (5/1/2025) dikutip beritajakarta.id.
Ia menegaskan, penanganan tawuran di Manggarai harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan, baik kepolisian maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Semua pihak harus mengambil tanggung jawab, mulai dari pemerintah hingga tokoh agama dan masyarakat. Terutama peran orang tua yang memiliki kewajiban mengelola dan membina kondisi rumah tangga masing-masing,” katanya.
Subki menekankan, pentingnya ketegasan dari aparat keamanan dalam penegakan hukum. Dikatakannya, penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tanpa pandang bulu agar menimbulkan efek jera.
“Selain faktor ekonomi, pendidikan juga menjadi bagian yang sangat penting untuk diperhatikan dalam mencegah terjadinya tawuran,” tandas Subki.

Leave a Reply