Drama Korea “Incomplete Life“: Perjuangan Pekerja Medioker di Perusahaan Multinasional

Written by

in

7cloud.asia – Drama Korea bertema kehidupan sehari-hari di dunia kerja akan terus membekas di hati penontonnya karena terasa begitu nyata. Pun demikian dengan serial Incomplete Life yang tayang pada tahun 2014.

Drama Korea Incomplete Life terasa begitu relate dengan keseharian kita, karena tidak dibangun pada plot twist besar, konfrontasi dramatis atau pun kisah romantis yang mendayu.

Incomplete Life yang skenarionya ditulis Jung Yoon-jung dan disutradarai Kim Won-seok ini memotret dunia kerja orang-orang biasa.

Bagaimana para pekerja harus bangun setiap hari, pergi bekerja, dan berjuang sepenuh hati melakukan yang terbaik, tetapi kemudian gagal atau dipecundangi lawan atau kawan sendiri.

Kisah Incomplete Life menunjukkan aturan tak tertulis di kantor, tekanan untuk berprestasi, kerja sama, persaingan, intrik dan juga kesepian yang dapat terjadi bahkan di tempat kerja yang ramai.

Pada saat yang sama, penonton juga disuguhi kenyamanan yang dirasakan pekerja dalam hal-hal kecil seperti makan bersama setelah hari yang panjang, saling bertukar pandangan pengertian, atau duduk dalam keheningan dengan seseorang yang memahami.

Baca: Review drama Korea My Mister

Incomplete Life yang juga dikenal sebagai “Misaeng” secara luas dianggap sebagai salah satu penggambaran kehidupan korporat yang paling jujur ​​dan menyentuh secara emosional di Korea Selatan.

Berdasarkan webtoon populer karya Yoon Tae Ho, Incomplete Life menyingkirkan klise K-drama yang biasa dan malah menangkap realitas yang seringkali sunyi dan melelahkan dari bekerja di kantor.

Tokoh utama dalam Incomplete Life adalah Jang Geu Rae (Yim Si Wan), seorang pemuda yang seluruh masa mudanya didedikasikan untuk menguasai Baduk (Go), permainan tradisional yang menuntut kesabaran, strategi, dan ketangguhan mental.

Ketika mimpinya untuk menjadi pemain profesional runtuh, Geu Rae mendapati dirinya tidak siap menghadapi kehidupan dewasa.

Hanya berbekal ijazah SMA dan tanpa pengalaman kerja formal, Geu Rae memasuki dunia korporat dengan beban berat kegagalan dan keraguan diri.

Melalui rekomendasi pribadi, ia mendapatkan magang di One International, sebuah perusahaan perdagangan bergengsi. Sejak hari pertama, Geu Rae diperlakukan sebagai orang luar.

Baca: Drama Korea “Love Me“: Menjadi lajang tak selalu berarti kesepian

Ditempatkan di Tim Penjualan 3, Geu Rae bekerja di bawah Oh Sang Shik (Lee Sung Min), seorang manajer yang ketat dan terlalu banyak bekerja, dan Kim Dong Shik (Kim Dae Myung), seorang asisten manajer yang kehangatan dan empatinya diam-diam menyatukan tim.

Tidak seperti rekan-rekan seangkatannya, Geu Rae bertahan bukan dengan pesona atau kepercayaan diri, tetapi dengan menerapkan prinsip-prinsip yang dipelajarinya dari Baduk.

Dia mengamati dengan cermat, bersabar, dan memahami bagaimana tindakan kecil dapat memengaruhi hasil yang lebih besar.

Kantor dan dunia kerja digambarkan sebagai medan perang yang penuh dengan perebutan kekuasaan, tenggat waktu yang ketat, dan kompromi moral

Di mana kerja keras tidak selalu berujung pada imbalan materi, tetapi juga dalam bentuk lainnya seperti pengetahuan, pengalaman dan penghormatan.

Karakter pendukung memperkaya kedalaman emosional drama Incomple Life ini. Ahn Young Yi (Kang So Ra), salah satu rekrutan paling berbakat, menghadapi perlakuan meremehkan terus-menerus hanya karena jenis kelaminnya.

Baca: Drama Korea “Typhoon Family”: Kisah mereka yang bangkrut dan berjuang melawan krisis

Jang Baek Gi (Kang Ha Neul), yang tampaknya sempurna di atas kertas, berjuang dengan ekspektasi tinggi dan harga diri pribadi, sementara Han Seok Yool (Byun Yo Han) menyembunyikan frustrasinya di balik humor saat ide-idenya dicuri oleh atasannya.

Bersama-sama, karakter-karakter ini mewakili perjuangan diam-diam dan tekanan tak terlihat yang jamak ditemukan dalam kehidupan kantor.

Salah satu kekuatan terbesar serial Incomplete Life adalah bagaimana drama ini menggambarkan hubungan antar kolega.

Ikatan dan kesetiakawanan terbentuk bukan melalui tindakan besar, tetapi melalui kegagalan bersama, keberhasilan kecil, dan pemahaman diam-diam.

Serial ini beresonansi karena mencerminkan emosi nyata siapa pun yang pernah merasa diabaikan, mempertanyakan nilai diri mereka, atau meragukan apakah usaha benar-benar penting.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *