Sebanyak 22 Desa Lenyap Karena Diterjang Banjir Sumatera

Written by

in

7cloud.asia – Sebanyak 22 desa dinyatakan hilang di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat akibat disapu banjir bandang dan tanah longsor atau banjir Sumatera pada akhir November 2025 lalu.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merinci, dari 22 desa yang hilang akibat banjir Sumatera tersebut paling banyak berada di Aceh, yakni 13 desa.

Sedangkan delapan desa ada di Sumatera Utara, dan satu desa dinyatakan hilang di Sumatera Barat.

“Data kami menunjukkan bahwa ada desa yang hilang itu totalnya 22, di Aceh 13 desa hilang rusak. Di Sumatra Utara ada 8, Sumatra Barat ada 1,” kata Mendagri dalam keterangan pers di Posko Nasional Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025).

Baca: 7 Jembatan di lintas tengah Aceh dalam kondisi kritis akibat banjir Sumatera

Adapun jumlah kantor desa yang terdampak banjir Sumatera mencapai 1.580, dengan kantor desa di Aceh menjadi wilayah terdampak paling banyak, yakni 1.455 desa.

“1.455 itu di Aceh. Kemudian Sumatera Utara 93, dan Sumatera Barat 32. Jadi memang agak jauh bedanya. Dan paling banyak itu adalah di Aceh Utara 800 lebih dan Aceh Tamiang,” ucap Tito.

Kementerian Dalam Negeri akan berupaya segera menghidupkan kembali layanan pemerintahan desa tersebut.

Menurut Tito, pihaknya juga akan mengirim sebanyak 1.054 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh.

Baca: BNPB terima 34.000 permohonan hunian dari korban banjir Sumatera

Pengiriman tersebut dilakukan pada 3 Januari 2026 guna membantu pemulihan administrasi daerah tersebut.

Tito menjelaskan, ribuan praja IPDN akan bekerja selama satu bulan penuh di Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Hal itu dikarenakan dua daerah tersebut terdampak parah bencana banjir bandang.

“Kami rencana mengirimkan dari IPDN sebanyak 1.054 personel dimulai tanggal 3 Januari. Selama sebulan mereka akan bekerja di daerah paling berat terdampak,” kata Tito.

Sementara data BNPB menyebutkan jumlah korban jiwa akibat banjir Sumatera per Minggu (28/12/2025) mencapai 1.140 orang.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *