7cloud.asia – Jumlah korban akibat bencana banjir Sumatera terus meningkat. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (29/12/2025) pukul 08.30 WIB, total korban meninggal tercatat 1.140 orang.
Selain itu, sebanyak 163 orang masih dinyatakan hilang dan hampir 500.000 orang yang masih tinggal di pengungsian karena rumahnya rusak akibat bencana banjir Sumatera yang menerjang sejumlah provinsi di Pulau Sumatra.
Jika dirinci berdasarkan provinsi, Aceh masih menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni 513 orang. Selain itu, 31 orang dilaporkan masih hilang akibat banjir.
Sementara itu, di Sumatra Barat tercatat 262 korban meninggal dunia, dan jumlah korban hilang di provinsi ini mencapai 72 orang.
Adapun di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 365 orang. Selain itu, sebanyak 60 orang masih dinyatakan hilang di wilayah tersebut.
Baca: Aliran litrik di 224 Desa terdampak banir Sumatera belum pulih
Hingga Senin (29/12/2025) BNPB menerima lebih dari 34.000 permohonan hunian bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatra, mencakup hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta Dana Tunggu Hunian (DTH).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi sementara yang masih akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan pilihan warga terdampak.
Abdul Muhari mengatakan, pihaknya terus mengupdate data, untuk melihat kembali proporsi rumah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
”Kemudian permintaan DTH, permintaan Huntara sehingga kita benar-benar bisa melihat dari proporsi jumlah rumah rusak nantinya berapa yang akan masuk Huntara, berapa yang akan diberikan DTH,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).
Abdul Muhari menjelaskan, tidak semua korban banjir yang rumahnya rusak berat atau hanyut memilih untuk tinggal di huntara.
Baca: Dana pemulihan dampak banjir Sumatera diperkirakan mencapai Rp51,82 triliun
Sebagian warga memilih menerima DTH dan menumpang atau mengontrak sementara di lokasi lama sambil menunggu pembangunan Huntap.
Kerusakan fasilitas.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir di Sumatra juga menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas publik.
Secara keseluruhan, tercatat 3.188 fasilitas pendidikan, 806 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 99 ruas jalan, serta 97 jembatan yang terdampak banjir di berbagai wilayah.
Bila diperinci berdasarkan provinsi, Aceh kembali menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan fasilitas terbesar. Di provinsi ini, terdapat 1.312 fasilitas pendidikan, 634 rumah ibadah, 141 fasilitas kesehatan, 48 jembatan, serta 20 ruas jalan yang terdampak banjir.
Di Sumatra Barat, kerusakan fasilitas meliputi 659 fasilitas pendidikan, 150 rumah ibadah, 7 fasilitas kesehatan, 43 jembatan, serta 74 ruas jalan.
Sementara itu, di Sumatra Utara tercatat 1.217 fasilitas pendidikan, 22 rumah ibadah, 67 fasilitas kesehatan, 6 jembatan, serta 5 ruas jalan yang dilaporkan terdampak banjir.
Baca: Kejagung telisik 27 perusahaan yang diduga memicu banjir Sumatera

Leave a Reply