Pemprov DKI Jakarta Akan Bangun 2 PLTSa di Bantargebang

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera memulai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, proyek pembangunan PLTSa ini untuk mengurangi beban sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Bantargebang.

“Jadi untuk Bantargebang, karena kita akan segera memulai PLTSa, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bantargebang,” ujar Pramono di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025).

Pramono menjelaskan, rencana ini telah dibahas secara intensif dengan Badan Pengelola Investasi Danantara. Dua unit PLTSa direncanakan akan dibangun, sekaligus untuk mempercepat proses pengurangan sampah.

“Sesuai dengan pembicaraan dengan Danantara pada waktu itu, dengan Pak Rosan secara langsung, akan ada dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,” jelasnya.

Baca: Pemerintah targetkan bangun 33 PLTSa di sejumlah kota

Selain mengolah sampah baru yang masuk setiap harinya, pembangunan PLTSa ini juga untuk menangani tumpukan sampah lama yang sudah menggunung.

Dia menambahkan, pembangunan PLTSa menjadi hal penting, mengingat TPST Bantargebang diprediksi hanya mampu menampung sampah dalam beberapa tahun ke depan.

“Mudah-mudahan 55 juta ton yang sekarang stok ada di Bantargebang secara signifikan pelan-pelan akan turun. Itu yang akan kami lakukan,” tandas Pramono.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal menggarap proyek waste to energy (WTE) atau sulap sampah jadi listrik. Proyek ini diharapkan bisa menjadi solusi atas persoalan sampah yang terjadi di sejumlah kota.

Baca: Pemprov DKI Jakarta targetkan bangun 3-5 PLTSa

Managing Director, Stakeholder Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan sekitar 60 persen sampah yang beredar gagal terkelola dengan baik. Hal ini berdasarkan data yang disampaikan oleh World Bank atau Bank Dunia.

Dalam pernyataannya pada Agustus lalu, Rohan mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai regulasi demi mendukung eksekusi WTE.

Salah satunya penyediaan lahan secara gratis, penghapusan tipping fee, hingga penetapan biaya listrik sebesar 20 sen per kilowatt hour.

Saat ini ada sejumlah PLTSa yang sudah terbangun di Indonesia, yakni PLTSa Benowo di Surabaya, dan PTLSa Putri Cempo di Solo. Namun, untuk PLTSa Putri Cempo tidak beroperasi, diduga karena perencanaan yang tidak matang.

Baca: Salah itungan sejak awal, PLTSa Putri Cempo mandek beroperasi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *