Dua Pekan Pasca Bencana Kondisi di Aceh Masih Memprihatinkan, DPR Desak Pengerahan Personel TNI

Written by

in

7cloud.asia – Anggota Komisi VIII DPR , M. Husni, menyoroti lambannya penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh akhir November lalu.

Husni menegaskan perlunya percepatan evakuasi dan mobilisasi sumber daya nasional untuk menangani kondisi yang dinilainya semakin genting.

“Kita hari ini melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh yang hari ini yang terdampak bencana longsor dan banjir, yang kita boleh bilang ada 18 kabupaten/kota yang terdampak,” ujar Husni kepada Parlementaria di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR, Banda Aceh, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, hingga memasuki hari ke-14 pascabencana, masih banyak wilayah yang belum tertangani optimal. Akses darat terputus, terutama di kawasan Bener Meriah dan Gayo Lues, sehingga menghambat distribusi bantuan dasar.

“Masih banyak tempat-tempat yang belum terevakuasi dengan baik, apalagi jalur-jalur transportasi daratnya terputus,” katanya.

Baca: Update korban meninggal akibat banjir Sumatera

“Di sana, mulai dari makanan, dari mulai BBM, kemudian secara transportasi maupun komunikasi itu masih sangat jelek sekali,” ujar Ketua Harian Timwas Bencana DPR ini.

Husni menekankan perlunya langkah cepat dari pemerintah, termasuk mobilisasi skala besar apabila diperlukan.

“Sebenarnya pemerintah harus cepat ya turun tangan, apalagi kemarin kita mendengar bahwa nanti ini akan dipimpin oleh Kasad dalam penanganannya. Ya kalau boleh ribuan tentara kita kirimkan aja supaya evakuasi ini cepat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Ia menambahkan kondisi di Aceh Tamiang dan wilayah perbatasan dengan Sumatra Utara masih sangat memprihatinkan. Rumah sakit belum berfungsi optimal, listrik belum stabil, dan sejumlah korban diduga masih berada di kendaraan yang tertimbun lumpur.

Baca: Masyarakat Sipil somasi Presiden karena tak kunjung tetapkan status bencana nasional

“Rumah sakitnya lumpuh, listriknya juga kita bilang masih jelek. Tentunya ini harus cepat, dari penanganan juga evakuasi-evakuasi mayat-mayat yang ada di dalam mobil-mobil yang terkena banjir, yang terkena lumpur itu sesegera mungkin,” ujarnya.

Husni menyebut sejumlah rumah warga serta jalan-jalan utama kini telah tertutup lumpur yang mulai mengeras, bahkan ketebalannya mencapai dua meter di beberapa lokasi. Pemulihan sarana prasarana harus menjadi prioritas lanjutan setelah evakuasi.

Menyoroti keterbatasan dapur umum yang dioperasikan Kemensos, politisi partai Gerindra ini meminta pemerintah pusat meningkatkan kapasitas dukungan. Ia menilai, dapur umum yang telah ada masih minim dan perlu ditambah.

“Pihak Kemensos itu sudah mengoperasikan dapur umum, hari ini cuma kapasitasnya 100 ribu, yang diperlukan 800 ribu,” ujar Husni.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *