Prajurit TNI dan Sukarelawan Bahu Membahu Bersihkan RSUD Aceh Tamiang

Written by

in

 

7cloud.asia – Puluhan prajurit TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang dikerahkan untuk membantu pemulihan operasional RSUD Aceh Tamiang pasca banjir pada akhir November lalu.

Para prajurit TNI ini bahu membahu dengan sukarelawan bekerja keras memulihkan fasilitas pelayanan kesehatan pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut. 

RSUD Aceh Tamiang menjadi salah satu lokasi paling terdampak dan membutuhkan penanganan segera agar dapat kembali memberikan layanan kepada masyarakat, Sabtu (6/12/2025).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (7/12/2025) Puspen TNi menyebutkan pada Kamis, 4 Desember 2025, sebanyak 35 prajurit TNI dikerahkan untuk membuka akses menuju rumah sakit yang tertutup puluhan kendaraan terseret banjir.

Prajurit TNI bersama warga secara manual menyingkirkan kendaraan-kendaraan tersebut hingga akses utama RSUD kembali terbuka dan pembersihan dapat dimulai.

Di dalam rumah sakit, prajurit mendapati seluruh ruangan dipenuhi lumpur setebal 40 sentimeter, sementara sebagian besar peralatan medis mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

Mengingat urgensi situasi, Kodim 0117/Aceh Tamiang kemudian menambah kekuatan menjadi 80 personel pada 5 Desember 2025 serta mengerahkan satu unit mobil Damkar untuk mempercepat proses pembersihan.

Hingga kini, RSUD Aceh Tamiang masih menampung sejumlah pasien di lantai dua yang tidak terdampak banjir. Namun pelayanan kesehatan terhambat karena minimnya peralatan medis yang dapat digunakan. 

Opsi evakuasi pasien ke Medan tengah dipertimbangkan, sambil menunggu perbaikan akses transportasi yang saat ini belum sepenuhnya pulih.

Dilansir BBC Indonesia, pada Sabtu (6/12/2025), atau 10 hari setelah banjir menerjang, tim gabungan yang terdiri dari anggota TNI, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, dan para relawan mulai membersihkan beberapa ruangan di RSUD dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Salah satu ruangan yang mereka bersihkan adalah ruang Instalasi Gawat Darurat, agar bisa cepat digunakan kembali.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan pembersihan rumah sakit ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari.

“Pembersihan RSUD kami targetkan tiga hari selesai, banyak tim gabungan yang membantu, semoga dilancarkan,” kata Armia.

RSUD tersebut nantinya bakal dijadikan rumah sakit sementara. Selain itu, posko kesehatan akan dibangun tepat di sebelah posko pengungsi.

Wartawan Saddam Husein yang melaporkan dari Kabupaten Aceh Tamiang melaporkan, bantuan obat-obatan mulai memasuki Aceh Tamiang per Sabtu (6/12/2025).

Selain pembersihan RSUD dan pasokan obat-obatan, petugas PLN juga membawa genset berkapasitas 66.000 watt dan lampu-lampu emergency dari Kota Langsa ke Aceh Tamiang.

Pada Sabtu (6/12/2025) malam, sebagian listrik di RSUD sudah kembali menyala.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengklaim, proses pendistribusian logistic ke Aceh Tamiang sudah tersalurkan melalui darat, laut dan udara.

BNPB mengatakan total bantuan yang sudah terdistribusi ke Aceh Tamiang melalui udara mencapai 18,2 ton dan melalui laut mencapai 1,8 ton.

“Distribusi logistik ke wilayah Aceh Tamiang terus dilakukan melalui jalur darat dan udara,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *