7cloud.asia – Pemilahan sampah di rumah tangga kini menjadi fokus Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel). Untuk mendukungnya, empat tempat sampah terpilah disiapkan di setiap RT.
Tak hanya itu, Pemkot Jaksel minta petugas gerobak sampah menjaga sampah tetap terpisah hingga ke fasilitas pengolahan.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, mengatakan empat tempat sampah tersebut akan menjadi titik jemput sampah di setiap RT.
Sedangkan lokasi penempatan tempat sampah diserahkan kepada masing-masing ketua RT agar mudah dijangkau warga.
Baca: Pemerintah Akui Baru Mampu Atasi 225 Persen Sampah Nasional
“Kami menyiapkan empat tong sampah sebagai titik jemput di setiap RT. Penempatan tong sampah nantinya ditentukan oleh ketua RT di lokasi yang mudah dijangkau warga,” jelas Rizky dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, seperti dikutip Antaranews.com.
Menurut Rizky, sampah yang telah dipilah dari rumah tangga diharapkan tetap terpisah hingga proses pengangkutan. Untuk itu, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan telah mengedukasi petugas gerobak sampah agar tidak mencampur kembali sampah yang sudah dipilah warga.
Ia menjelaskan, sampah organik yang telah dipisahkan akan dibawa ke titik jemput atau fasilitas pengolahan, seperti teba modern maupun biopori jumbo.
Jika kapasitas fasilitas tersebut telah penuh, sampah organik akan dialihkan ke tempat penampungan sementara (TPS) terdekat.
Baca: Pasar Jaya Wajib Pilah Sampah Mulai Agustus
Di setiap TPS, kata Rizky, juga disediakan dustbin khusus berkapasitas 660 liter untuk menampung sampah organik. Jumlah wadah akan disesuaikan dengan volume timbulan sampah di masing-masing lokasi.
Rizky menegaskan penyediaan tempat sampah terpilah di tingkat RT dan wadah khusus di TPS dilakukan untuk memastikan sampah yang telah dipilah masyarakat tidak tercampur kembali selama proses pengelolaan.
“Nantinya sampah yang berlebih akan kami bawa ke fasilitas pengolahan lanjutan dengan tetap menjaga pemilahannya. Kami berupaya menjaga komitmen ini untuk mencegah kekecewaan masyarakat yang telah bersusah payah memilah sampah di rumah,” terangnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jakarta Selatan memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber, seiring dorongan pemerintah agar semakin banyak sampah diolah sebelum dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Leave a Reply