9 Kabupaten di Aceh Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

Written by

in

7cloud.asia – Sebanyak sembilan kabupaten di Aceh menetapkan status darurat bencana banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah itu sejak sepekan terakhir.

Dilansir Antaranews.com, daerah yang berstatus darurat bencana banjir yaitu Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan mengatakan penetapan status tersebut dikeluarkan oleh masing-masing kepala daerah berdasarkan kondisi terkini yang melanda wilayah setempat.

“Daerah yang telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat,” kata Fadmi kepada wartawan, Rabu (26/11/2025).

Fadmi menambahkan, banjir dan longsor yang melanda sembilan kabupaten/kota di Aceh ini telah membuat 455 kepala keluarga (KK) atau 1.497 orang mengungsi.

Banjir juga memutuskan jaringan listrik. Dua warga Aceh Utara dilaporkan meninggal akibat hanyut dan tersengat aliran listrik.

 

Baca: Banjir dan longsor di Sumatra Utara akibatkan 13 orang meninggal

“Kondisi banjir di Aceh telah merendam sembilan kabupaten, berdampak pada 14.235 KK atau 46.893 jiwa, dan 1.497 jiwa mengungsi,” katanya

Ditambahkan, kejadian banjir dan tanah longsor ini dipicu oleh curah hujan tinggi secara terus menerus, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak banjir, tanah bergerak, serta longsor.

Adapun sembilan daerah yang terendam banjir tersebut yakni tujuh kecamatan di Kabupaten Bireuen, hingga saat terakhir air belum surut.

Kemudian di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara terjadi banjir dan longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, menyebabkan genangan, banjir dan tanah longsor di empat kecamatan.

“Kemudian Aceh Timur, banjir luapan dan longsor merendam 11 kecamatan, kondisi terakhir airnya masih belum surut,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBA, lanjut Fadmi, banjir yang terjadi di lima kecamatan daLam wilayah Kota Langsa, Aceh Timur merupakan air kiriman dari lahan perkebunan kelapa sawit PTPN 1 Langsa.

Baca: Dua bibit siklon tropis berpotensi picu hujan lebat dan angin kencang

Sementara dari Bener Meriah, dilaporkan terjadi longsor di Desa Pantai Kemuning, Kecamatan Timang Gajah serta banjir yang menggenangi 10 kecamatan.

Berikutnya di Kabupaten Gayo Lues, banjir di sana telah membuat 11 kecamatan terdampak. Informasi terakhir dari Pusdalops BPBA banjir masih belum surut.

Intensitas hujan tinggi di Kabupaten Aceh Singkil, juga mengakibatkan meluapnya Sungai Lae Cinedang, banjir di sana telah merendam 10 kecamatan dengan ketinggian air sekitar 50-80 centimeter.

Banjir juga terjadi di Aceh Utara dengan ketinggian air sekitar 30-50 centimeter, bencana hidrometeorologi ini merendam 26 kecamatan di kabupaten setempat.

Selanjutnya, rumah dan lahan kebun warga juga terendam banjir di Kabupaten Aceh Selatan. Tetapi, kondisi terakhir air di sana telah berangsur surut.

Terkait kondisi ini, Fadmi menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus mengaktifkan posko siaga darurat BPBD, evakuasi masyarakat, siapkan logistik darurat dan layanan kesehatan darurat.

“Kemudian, pantau data cuaca dan debit air sungai, koordinasi dengan lembaga terkait, lakukan kaji cepat di daerah yang terdampak dan tetapkan status tanggap darurat (banjir),” demikian Ridwan Fadmi.

Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *