Aliansi Ibu Indonesia: Program MBG Menghina Nalar Para Ibu dan Perempuan

Written by

in

7cloud.asia – Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) menuai kritik tajam dari perwakilan organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam MBG Watch.

Pernyataan keras disampaikan Perwakilan dari Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau, saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama jajaran Komisi IX DPR pada Kamis (16/7/2026).

Dia melayangkan kritik keras dengan menyebut program Makan Bergizi Gratis atau MBG sebagai proyek yang menghina ilmu pengetahuan serta kaum perempuan.

Dalam forum tersebut, Annette menyoroti proses pengambilan keputusan serta formulasi program MBG yang dinilai sama sekali tidak melibatkan sumbangsih suara dari para ibu.

“Ini adalah proyek yang paling menghinakan ilmu pengetahuan dan perempuan,” kata Annette dalam forum tersebut, seperti dipantau dari Kompas TV.

Menurutnya, perempuan yang paling paham ketika kondisi krisis, sebagaimanapun ibu menahan lapar supaya anaknya makan.

“Betapa hinanya anak-anak kita di mata negara diberikan makan sampai keracunan. Dan apa tindakan negara? Adakah kompensasi? Adakah permintaan maaf? Adakah ganti rugi secara sosial?”

“Bapak, Ibu yang tidak punya BPJS ke rumah sakit merawat anaknya berhari-hari tanpa kompensasi dan kita berkata kita sedang membela orang miskin. How dare you?” ujarnya.

Di samping itu, Aliansi Ibu Indonesia juga menyatakan kekecewaan mendalam karena pemerintah terkesan menutup telinga dari berbagai kritik serta masukan konstruktif para pakar yang kompeten.

“Bahwa urusan makan, urusan gizi, perempuan dan ibu jangan dilawan Bapak dan Ibu. 10.000 di tangan kami itu jadinya bernilai Rp100.000. Bapak-bapak di sebelah sini sudah ngangguk-ngangguk. Saya yakin istri-istri mereka luar biasa hebat di rumah. Jadi jangan tanya di tangan kami 15.000 bisa jadi berapa?” urainya.

Aliansi Ibu Indonesia menyayangkan sebuah program yang memiliki narasi besar untuk menolong kaum perempuan, namun pada kenyataannya justru dinilai paling tidak mau mendengarkan aspirasi dari perempuan itu sendiri.

Anette menegaskan, sebagai perempuan dirinya tidak merasa bangga Nanik S Deyang yang menggantikan menjadi kepala BGN sekarang. Menurutnya, dia tidak ada di pihak kami walau dia berjenis kelamin perempuan.

“Karena kalau dia perempuan yang sungguh-sungguh ibu, dia akan paham this is not the way you feed the children,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti CELIOS yang juga anggota MBG Watch, Media Wahyudi Askar, membongkar nama yayasan yang mengelola dapur MBG di Indonesia.

Media Wahyudi Askar mengatakan daftar lima terbesarnya ternyata dikelola TNI dan Polri.

Ia mengungkapkan pengelolaan program melalui vendor-vendor besar yang terafiliasi dengan institusi seperti TNI dan Polri telah menciptakan praktik rente yang menguntungkan kelompok elit, sementara pelaku akar rumput justru dirugikan.

“Saya hanya ingin perjelas satu hal, kalau kita mau bicara the winner-nya dan the loser-nya, the winner-nya dari MBG yang punya dapur milik orang super kaya itu. Siapa the loser-nya itu? Relawan SPPG-nya,” ujar Media Wahyudi Askar.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *