Ruang Terbuka Hijau Bagus untuk Kesehatan Mental Warga Kota

Written by

in

7cloud.asia – Ruang terbuka hijau (RTH) seperti taman kota, hutan kota maupun jalur hijau merupakan elemen penting dalam tata ruang kota yang berkelanjutan.

Ruang terbuka hijau tidak hanya menghadirkan manfaat ekologis dan estetika, tetapi juga merupakan infrastruktur sosial dan adaptif terhadap krisis iklim.

Selain berfungsi sebagai paru-paru kota yang membantu menyerap polusi dan mengatur suhu udara, ruang terbuka hijau juga memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan mental dan memperkuat ikatan sosial masyarakat.

Berbagai penelitian internasional membuktikan bahwa keberadaan ruang terbuka hijau dapat mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, meningkatkan konsentrasi, serta memfasilitasi interaksi sosial.

Dilansir di laman resmi BMKG, ruang terbuka hijau juga menawarkan manfaat psikologis bagi warga kota. Paparan terhadap lingkungan hijau terbukti mampu menurunkan hormon stres dan mempercepat pemulihan mental.

Teori psikologi lingkungan terkemuka: Stress Reduction Theory (Ulrich, 1984) menunjukkan bahwa pasien yang memiliki akses visual ke pemandangan alam cenderung pulih lebih cepat dibandingkan yang hanya melihat lingkungan urban.

Baca: DKI Jakarta akan bangun ruang terbuka hijau mikro di kawasan kumuh

Sementara, teori restorative environment dari Kaplan & Kaplan (1989) menjelaskan bagaimana alam dapat membantu otak untuk mengembalikan fokus dan kreativitas.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ruang hijau berperan penting dalam menurunkan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas hidup warga kota.

Ruang terbuka hijau juga menyediakan ruang berkumpul yang mendorong interaksi sosial dan memperkuat solidaritas antarwarga.

Peters et al. (2010) menemukan bahwa taman kota membantu membangun rasa komunitas yang inklusif, sekaligus mengurangi isolasi sosial yang kerap terjadi di wilayah perkotaan.

Di sisi lain, perubahan iklim dan pesatnya pembangunan perkotaan memunculkan tantangan baru bagi tata kelola lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Baca: Ruang terbuka hijau di kawasan kumuh dapat menjadi oase

Di sinilah peran ruang terbuka hijau menjadi sangat penting, terlebih jika disinergikan dengan sistem monitoring iklim dan peringatan dini sebagaimana diusulkan oleh BMKG kepada Bappenas dalam audiensi mereka.

Pada Mei 2024, BMKG mengajukan usulan kepada Bappenas agar seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) terintegrasi dengan sistem monitoring iklim dan peringatan dini.

Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap perubahan iklim, banjir, cuaca ekstrem, dan risiko hidrometeorologi lainnya.

Usulan ini mencakup integrasi sensor iklim, radar cuaca, serta optimalisasi pemanfaatan data klimatologis dalam desain PSN seperti bendungan, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan jalur transportasi strategis.

Inisiatif tersebut memiliki kaitan erat dengan pentingnya keberadaan RTH di kawasan perkotaan—khususnya di Kota Palu dan sekitarnya—karena RTH juga berperan dalam mitigasi bencana alam dan adaptasi iklim perkotaan.

Baca: Menggali potensi ruang terbuka hijau yang belum termanfaatkan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *