7cloud.asia – Guna memperkuat tata kelola wilayah dan mendorong partisipasi masyarakat, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menggagas Benyamin S Award.
Program ini resmi diperkenalkan oleh pada 3 Juni 2025 silam di Balai Kota Jakarta. Adapun penghargaan Benyamin S Award 2025 diserahkan pada Jumat (31/10/2025)
Mengambil nama dari seniman legendaris Betawi, Benyamin Sueb, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan tata kelola wilayah dari tingkat kelurahan hingga kota administrasi.
Benyamin S Award merupakan akronim dari Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera, mencerminkan visi Jakarta yang inklusif, tertata, dan humanis.
Nama Benyamin Sueb dipilih bukan tanpa alasan. Ia adalah ikon budaya Betawi yang dikenal luas sebagai aktor, musisi, dan komedian, sekaligus simbol semangat warga Jakarta yang merakyat, kreatif, dan penuh semangat membangun.
Di malam penganugerahan Benyamin S. Award 2025 kepada tiga kelurahan terbaik di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada Jumat (31/10/2025) Pramono Anung mengegaskan penghargaan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan perubahan yang dimulai dari langkah-langkah kecil warga dan kepemimpinan lurah di tingkat kelurahan.
“Perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Dari lurah-lurah inilah lahir inisiatif untuk membuat lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata. Saya bangga karena semangat ini kini menjadi gerakan bersama warga Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta.
Ia menjelaskan Benyamin S. Award diberikan kepada lurah dan warga yang berhasil menciptakan lingkungan bersih, nyaman, indah, dan sejahtera melalui kerja bersama.
Pramono menambahkan, Benyamin S. Award merupakan salah satu inisiatif yang ia gagas untuk menghormati keteladanan almarhum Benyamin Sueb, sosok yang dikenal jujur, rendah hati, dan mencintai Jakarta.
Karena itu, penghargaan ini didedikasikan untuk melanjutkan semangat Benyamin dalam membangun kota yang berdaya dan membanggakan.
Melalui penghargaan ini, Gubernur Pramono mendorong lahirnya gerakan kolaboratif dari akar rumput yang digerakkan oleh kepemimpinan lurah yang hadir di tengah warga serta mampu menggerakkan partisipasi, gotong royong, dan inovasi.
Ia berharap Benyamin S. Award menjadi pemicu semangat bagi seluruh 267 kelurahan di Jakarta untuk terus berkompetisi, berinovasi, meningkatkan pelayanan publik, dan memperkuat kolaborasi warga.
Tahun ini, sebanyak 10 kelurahan terpilih sebagai finalis dari 27 nominasi, dan tiga kelurahan ditetapkan sebagai pemenang utama.
Ketiga kelurahan tersebut masing-masing Kelurahan Slipi (Jakarta Barat) meraih kategori Nyaman; Kelurahan Setu (Jakarta Selatan) meraih katergori indah; dan Kelurahan Glodok (Jakarta Barat) meraih kategori sejahtera.
“Meski belum ada yang unggul di satu kategori (Bersih), capaian ini menjadi pijakan penting menuju terwujudnya lingkungan permukiman yang semakin layak huni di seluruh Jakarta. Saya mengucapkan selamat kepada para lurah dan warga kelurahan yang menerima penghargaan hari ini,” tutur Gubernur Pramono.
Sebagai bentuk apresiasi, Pramono Anung memberikan kesempatan kepada para pemenang untuk menambah wawasan, kapasitas, dan pengalaman di tingkat global, termasuk kemungkinan mendampingi delegasi Pemprov DKI Jakarta dalam forum-forum internasional.
“Saya ingin para lurah pemenang bisa melihat dunia agar mereka memperoleh inspirasi dan inovasi baru dalam mengelola wilayahnya,” tambah Gubernur Pramono.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, Pemprov DKI berencana mengangkat Benyamin S. Award ke tingkat ASEAN sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya Jakarta di kawasan Asia Tenggara.
Langkah ini sejalan dengan visi Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030, setelah pada tahun 2025 peringkat Jakarta dalam Global City Index naik dari posisi 74 menjadi 71.
“Kenaikan ini adalah bukti nyata kerja keras kita semua. Jakarta kini semakin diakui dunia, bahkan menempati posisi ke-17 global dalam infrastruktur transportasi versi Time Out. Di ASEAN, Jakarta hanya kalah dari Singapura. Jakarta sekarang lebih baik dari Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, dan Hanoi,” ungkapnya.

Leave a Reply