7cloud.asia – Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia, dengan sekitar 5.000 spesies anggrek alam yang tersebar di berbagai wilayah hutan tropis.
Jumlah ini diperkirakan mencapai seperlima dari total sekitar 25.000 hingga 30.000 spesies anggrek liar di seluruh dunia, yang terbagi dalam sekitar 700 hingga 880 genus.
Adapun suku anggrek-anggrekan (Orchidaceae) menjadi salah satu keluarga tumbuhan berbunga terbesar di planet Bumi.
Kekayaan anggrek Indonesia ini merupakan aset keanekaragaman hayati nasional yang harus dijaga melalui penelitian dan konservasi.
Di Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, berbagai spesies anggrek dari seluruh Indonesia terus dikoleksi, dipelajari, didokumentasikan, dan dikonservasi untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
Salah satu penemuan terbaru peneliti BRIN adalah Chiloschista tjiasmantoi, spesies anggrek tanpa daun yang berasal dari Aceh. Selain itu, publikasi terbaru BRIN juga mencatat sepuluh rekaman baru anggrek yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.
Baca: Peneliti BRIN Temukan Anggrek Akar Tak Berdaun Endemik Pulau Sumatra
Berbicara dalam workshop “Teknik Perawatan dan Budidaya Anggrek” yang dihelat BRIN beberapa waktu lalu, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Richa Kusuma Wati berharap semakin banyak inovasi yang dikembangkan untuk mendukung pelestarian anggrek Indonesia.
Pelestarian ini khususnya spesies endemik anggrek yang kini menghadapi ancaman kehilangan habitat.
“Saya berharap semakin banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan anggrek-anggrek asli Indonesia, khususnya spesies yang langka dan endemik. Semoga semakin banyak peneliti muda maupun masyarakat yang ikut berkontribusi dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia agar tetap lestari,” ujarnya seperti dikutip di laman resmi brin.go.id.
Melalui talkshow ini, BRIN tak hanya membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis mengenai teknik budidaya anggrek, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan salah satu keanekaragaman hayati Indonesia yang memiliki nilai ilmiah, ekologis, dan ekonomi.
Cara merawat anggrek
Dalam paparannya, Richa mengenalkan beberapa jenis anggrek yang populer, seperti Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, dan Paphiopedilum.
Ia menjelaskan bahwa Vanda memerlukan paparan sinar matahari langsung dan umumnya ditanam menggantung tanpa media tanam yang padat.
Baca: Anggrek Spesies Baru Aerides Obyrneana Jadi Buruan Kolektor
Dendrobium membutuhkan cahaya cukup dengan media tanam berpori, seperti arang, pecahan genting, atau kulit pinus (pine bark), agar akar memperoleh sirkulasi udara yang baik dan tidak mudah membusuk.
Sementara itu, menurutnya, Phalaenopsis atau anggrek bulan lebih cocok ditempatkan di area teduh dengan cahaya tidak langsung dan sirkulasi udara yang baik karena sensitif terhadap sinar matahari langsung.
Adapun Paphiopedilum sebagai anggrek terestrial memerlukan media tanah atau lumut yang lembap dengan penyiraman yang lebih hati-hati agar terhindar dari pembusukan akar.
Richa menjelaskan bahwa langkah pertama dalam merawat anggrek adalah mengenali jenisnya. Menurutnya, setiap spesies memiliki kebutuhan cahaya, media tanam, dan kelembapan yang berbeda sehingga teknik perawatannya tidak dapat disamaratakan.
“Setiap jenis anggrek memiliki karakteristik tersendiri. Ada yang menyukai sinar matahari penuh, ada yang membutuhkan naungan, ada yang hidup sebagai epifit di pohon inang, bahkan ada yang tumbuh di tanah. Karena itu, cara perawatannya tidak bisa disamakan,” jelas Richa.
Selain pemilihan media tanam, penyiraman juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya anggrek. Richa menyarankan penyiraman dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terik agar tanaman dapat menyerap air secara optimal.
“Pada kondisi cuaca panas, terutama untuk Phalaenopsis, penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore.”Yang terpenting bukan hanya seberapa sering disiram, tetapi menyesuaikan kebutuhan masing-masing jenis anggrek dan kondisi lingkungannya,” ujarnya.

Leave a Reply