Kasus Demam Berdarah Melonjak di Bangladesh

Written by

in

7cloud.asia – Total 814 orang didiagnosis terjangkit demam berdarah di Bangladesh dalam periode 24 jam terakhir, pada Selasa (21/10/2025).

Demikian pernyataan Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan (Directorate General of Health Services/DGHS) yang berada di bawah Kementerian Kesehatan Bangladesh mengenai wabah demam berdarah di negeri tersebut.

Pemanasan global dan perubahan iklim diduga memperburuk penyebaran demam berdarah yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini.

Pakar menyatakan bahwa naiknya suhu dan musim monsoon yang lebih panjang telah menciptakan kondisi yang optimal bagi nyamuk Aedes, sebagai pembawa penyakit ini.

Baca: Studi mengungkap perubahan iklim mendorong penyebaran penyakit menular

Demam berdarah, penyakit yang kerap muncul pada musim hujan di Bangladesh, kini menyebar hingga ke luar periode normalnya pada Juni-September.

Menurut DGHS, dengan kasus-kasus infeksi baru yang dilaporkan hingga Selasa pukul 08.00 waktu setempat, jumlah kasus demam berdarah telah melonjak menjadi 61.605 di Bangladesh sejauh ini pada 2025.

Pada periode yang sama, empat orang meninggal karena penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.

Baca: Perubahan iklim memicu penyebaran demam berdarah

Sehingga total kematian yang berkaitan dengan demam berdarah tahun ini di Bangladesh bertambah menjadi 253.

DGHS mengonfirmasi bahwa sejauh ini pada Oktober 2025, sebanyak 14.263 kasus demam berdarah dilaporkan usai 15.866 orang terinfeksi penyakit tersebut pada September.

DGHS mencatat sebanyak 55 kematian dilaporkan sejauh ini pada Oktober 2025. Sementara, 76 orang meninggal akibat penyakit itu pada September dan 39 orang pada Agustus.

Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *