7cloud.asia – Lembaga internasional Kearney, baru-baru ini merilis Global Cities Index (GCI) 2025. Dalam laporan tersebut peringkat kota Jakarta sebagai kota global naik ke posisi 71 dari posisi 74 pada tahun lalu.
Adapun pemeringkatan Kota Global tahun ini dilakukan terhadap 158 kota yang berada di lima benua dengan mengusung tema utama Dimulainya era kecerdasan
GCI terbaru menegaskan kembali ketahanan pusat-pusat kota lama—lima kota teratas GCI, yaitu New York, London, Paris, Tokyo, dan Singapura, mempertahankan posisi mereka dari tahun sebelumnya.
Meskipun daftar kota-kota terkemuka GCI tetap konsisten, kepemimpinan tersebut semakin ditentukan oleh adaptasi terhadap perubahan: pembangunan infrastruktur digital, investasi ketahanan iklim, dan kelincahan institusional.
Menurut laporan Kearney, Jakarta unggul di dimensi business activity (naik tiga posisi) melalui konektivitas transportasi publik (91–92 persen) dan perdagangan regional, didukung proyek MRT/LRT.
Baca: Ketimpangan jadi hambatan menjadikan Jakarta sebagai Kota Global
Sementara terkait dimensi human capital, peringkat Jakarta naik 2 posisi, dan membaik berkat aksesibilitas tenaga kerja dan pelatihan vokasi.
Namun, Jakarta masih perlu mengejar dimensi information exchange (adopsi digital), cultural experience (wisata berkelanjutan), dan political engagement (partisipasi global).
Kearney menyoroti tiga enabler kunci yang harus dipenuhi Jakarta, yakni energi terbarukan, resiliensi kota (pengelolaan banjir, ruang hijau), dan talenta siap AI.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kenaikan peringkat Jakarta ini mencerminkan kemajuan daya saing ibu kota melalui kerja teknokratik dan kolaborasi masyarakat.
“Kita naik tiga peringkat berkat perencanaan matang, eksekusi cepat, dan evaluasi berbasis data. Ini buah kerja keras bersama warga,” ujar Pramono, dalam siaran pers Pemprov DKI, Rabu (22/10/2025).
Baca: Rencana jangka panjang menjadikan Jakarta sebagai Kota Global
Pramono menambahkan, kemajuan ini dicapai dalam 5–7 bulan, berkat siklus perencanaan-implementasi-evaluasi yang solid, seperti monitoring real-time penggunaan transportasi.
Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah mengupayakan tiga ketertinggalannya melalui program solar panel, normalisasi sungai, dan pelatihan digital.
Dalam kesempatan terpisah, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Ketua Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menyampaikan perlunya partisipasi publik untuk mencapai target ke depannya.
Jakarta kini berada di peringkat 17 dunia untuk transportasi publik, melampaui Kuala Lumpur dan Manila, dengan utilisasi naik hingga 25 persen.
“Capaian ini awal dari perjalanan menuju top 50 kota global. Pemerintah tak bisa sendiri dan pesan khusus bapak Gubernur adalah agar Pemprov DKI Jakarta selalu melibatkan warga, pelaku usaha, dan akademisi terus berinovasi untuk Jakarta yang inklusif dan resilient,” tandas Chico.
Baca: Kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Global

Leave a Reply