Cuaca Panas Ekstrem, BMKG Imbau Masyarakat untuk Tidak Keluar Pada Jam Tertentu

Written by

in

7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10 pagi hingga 16.00. Imbauan ini berlaku sampai akhir Oktober atau awal November2025.

Pada waktu tersebut cuaca panas ekstrem masih melanda sebagian wilayah di Indonesia. Direktur Meteorologi Publik Andri Ramdani menjelaskan rentang waktu jam 10 pagi hingga 4 sore merupakan saat paling beresiko terkena paparan sinar matahari.

Pada periode itu radiasi ultraviolet mencapai tingkat yang sangat tinggi dan dapat mengganggu kesehatan seperti heat stroke atau kelelahan akibat terpapar panas matahari terlalu lama.

Baca: Cuaca Panas Ekstrem, Ini Penyebabnya

Data BMKG menunjukkan cuaca panas ekstrem bahkan mencapai lebih dari 38 derajat celsius melanda mayoritas Pulau Jawa.

Di Karanganyar, Jawa Tengah suhu udara rata-rata 38,2 derajat celsius, Majalengka, Jawa Barat suhu udara rata-rata 37,6 derajat celsius, Boven Digoel, Papua suhu udara rata-rata 37,3 derajat celsius, Surabaya, Jawa Timur suhu udara rata-rata 37 derajat celsius.

Sementara suhu udara rata-rata di Banten 35, 2 derajat celsius, Kemayoran, Jakarta Pusat suhu rata-rata 34,2 derajat celsius, Halim, Jakarta Timur rata-rata suhu udara  34-34,9 derajat celsius.

Baca: Suhu Udara Panas Menyengat, Sampai Kapan?

Demikian juga di wilayah Curug, Jawa Barat suhu udara rata-rata 33,5-34,6 derajat celsius,Tanjung Priok suhu udara rata-rata 32,8-34,4 derajat celsius, wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek suhu udara rata-rata antara 33,6-34 derajat celsius.

Meski demikian menurut BMKG suhu di Indonesia saat ini masih dalam batas wajar meski terasa sangat panas dan tidak nyaman. Kondisi cuaca seperti ini juga biasa terjadi saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan (pancaroba).

Saat ini, gerak semu matahari sudah berada sedikit di selatan ekuator. Akibatnya wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang sangat intens.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Sejumlah Wilayah

Faktor lainnya adanya angin timuran yang bertiup dari Benua Australia membawa massa udara kering. Udara kering inilah yang membuat awan sulit terbentuk, sehingga panas matahari terasa lebih terik di permukaan.

Memang beberapa wilayah di Indonesia saat ini telah memasuki musim hujan. Namun pembentukan awan hujan di beberapa wilayah masih minim.

Hal ini mengakibatkan panas matahari langsung memancar ke permukaan bumi tanpa penghalang. Hal inilah yang membuat suhu udara terasa jauh lebih panas terutama saat siang hari.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *