Pentingnya ‘Good Journalism‘ di Tengah Gempuran Kecerdasan Buatan

Written by

in

7cloud.asia – Wakil Menteri Komunikasi Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyoroti derasnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pemberitaan.

Dalam sambutannya di Local Media Summit 2025 edisi ke-4, pada Selasa (7/10/2025) di Hotel JW Marriott Jakarta, Nezar mengatakan kebiasaan membaca media lokal memberinya gambaran yang kaya tentang isu-isu di tingkat lokal.

Namun, pergeseran ke media digital membawa tantangan serius, khususnya terkait penggunaan AI karena hal ini bisa menggerus genuisitas dan mendorong keseragaman.

Dalam kesempatan itu, Nezar juga memperingatkan tentang dampak jangka panjang penggunaan AI, yaitu potensi penurunan berpikir kritis (critical thinking) pada jurnalis.

Padahal berpikir kritis merupakan hal penting bagi kerja-kerja jurnalistik agar tak terjebak dalam arus yang dikembangkan pemilik modal ataupun pengambilan kebijakan yang kadang tak sejalan dengan kepentingan rakyat.

“Kalau critical thinking ini tergerus, ini menjadi satu bahaya serius,” kata Nezar Patria.

Baca: Local Media Summit 2025 hadir di tengah disrupsi informasi

Atas hal itu, Nezar lantas mengharapkan pengelola media lokal mengedepankan good journalism dalam produk jurnalistiknya.

Ia menegaskan bahwa esensi dari good journalism adalah critical thinking, skill, dan ethics atau berpikir kritis, ketrampilan/pengalaman serta berpegang pada etika jurnalistik.

Merespon kondisi ini, Nezar mengapresiasi langkah Dewan Pers yang telah merangkum panduan penggunaan AI. Panduan tersebut menekankan pentingnya sikap transparan, etis, dan bertanggung jawab dalam setiap penggunaan AI.

“Jadikan AI ini sebagai partner dalam proses produksi, dan kita bukan diatur oleh AI,” imbuhnya.

Baca: Penetapan tersangka berdasar produk jurnalistik mengancam kebebasan pers

Menutup paparannya, Nezar Patria mengingatkan kembali esensi profesi jurnalis yang tidak dimiliki mesin.

“Fungsi berita menunjukkan realitas, sesuatu yang tidak dimiliki mesin, yakni empati, nurani,” tegasnya.

Local Media Summit 2025, yang mengusung tema “Digital Media Sustainability”, menjadi ajang bagi pengelola media lokal dan pemangku kepentingan untuk memperkuat jaringan dan membangun kolaborasi dalam menghadapi era digital.

Local Media Summit 2025 berlangsung selama dua hari di Hotel JW Mariott Jakarta dan diikuti oleh lebih 100 media di seluruh Indonesia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *