7cloud.asia – Memasuki hari ke-7 total korban meninggal akibat runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo Jawa Timur bertambah menjadi 39 orang.
Pada Minggu (5/10/2025) siang Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi dua jenazah dari lokasi reruntuhan bangunan. Sebelumnya, pada Minggu (5/10/2025) dini hari tim SAR Gabungan menemukan 11 jenazah.
“Dua korban berhasil dievakuasi. Satu bagian tubuh dan satu jenazah berhasil diangkat dari sektor A3,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit di Sidoarjo, Minggu.
Sebanyak 11 korban berhasil dievakuasi pada hari ketujuh pencarian, di sektor A3 (sisi belakang reruntuhan). Satu korban di antaranya ditemukan di sektor sektor A4 atau sisi kanan depan reruntuhan dengan kondisi anggota tubuh tidak lengkap.
Baca: Sulitnya Evakuasi Korban Robohnya Pesantren Al Khoziny Sidoarjo
Menurut Nanang, hingga kini total korban yang telah berhasil dievakuasi sebanyak 143 korban dengan korban meninggal dunia mencapai 39 jiwa.
Nanang menyebut bahwa dari 39 korban meninggal dunia tersebut, dua di antaranya yang ditemukan merupakan potongan tubuh.
Ditambahkan Nanang bahwa sejak Sabtu (4/10/2025) siang, proses evakuasi berhasil mengangkat 23 jenazah dalam kurun waktu 24 jam.
Sehingga menurutnya, jika proses evakuasi jenazah dilanjutkan dengan kondisi seperti saat ini, maka secara matematis diperkirakan proses evakuasi akan selesai pada esok hari.
Baca: 91 Korban terjebak dalam reruntuhan Al Khoziny Sidoarjo
“Dari data yang dihimpun Basarnas berdasarkan laporan keluarga korban, masih terdapat 23 korban yang dinyatakan belum ditemukan. Artinya, dengan kondisi sekarang, secara matematis besar evakuasi dapat selesai besok Senin (6/10/2025) siang,” kata Nanang.
Namun, Nanang menegaskan bahwa data jumlah korban yang belum dievakuasi tersebut tidak bersifat pasti lantaran belum ada pihak yang bisa mengonfirmasi jumlah pasti korban yang masih tertimbun.
Seperti diketahui, gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk, pada Senin (29/9/2025) sore.
Saat kejadian ada ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.

Leave a Reply