Mengurangi Limbah Makanan di Tingkat Produsen: Penanganan Pascapanen hingga Mendonasikan Makanan Berlebih

Written by

in

7cloud.asia – Untuk mengurangi dampak lingkungan akibat limbah makanan, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) merekomendasikan agar produsen dan petani mempertimbangkan transisi ke tanaman yang lebih berkelanjutan.

IPCC percaya bahwa mengubah apa yang dimakan dan ditanam masyarakat sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Dilansir Earth.org, cara ini dapat dicapai dengan menanam tanaman yang mudah dirawat, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan dapat diintegrasikan ke dalam padang rumput dan lahan pertanian.

Tanaman yang “tahan iklim” ini merupakan bagian penting dalam menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan yang dapat bertahan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Adapun cara lain mengurangi limbah pangan di tingkat produsen, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan solusi berikut bagi produsen dan petani:

1. Penyimpanan di lahan pertanian
Penyimpanan di lahan pertanian merupakan cara yang efektif untuk mengurangi kehilangan produksi pascapanen. Petani harus memiliki tempat penyimpanan yang efektif, aman, dan mudah diakses untuk produk mereka.

Beberapa negara mungkin menawarkan program pinjaman fasilitas penyimpanan pertanian yang menyediakan pembiayaan berbunga rendah untuk membantu produsen membangun atau meningkatkan tempat penyimpanan.

Baca: Sistem pangan sirkular untuk mengurangi limbah makanan

2. Produk bernilai tambah
Di sinilah petani dapat meningkatkan nilai produk dengan mendaur ulangnya menjadi produk lain. Potensi pengurangan limbah makanan dapat terwujud jika masyarakat menciptakan produk bernilai tambah.

Contoh yang baik adalah membudidayakan larva lalat tentara hitam untuk mengubah limbah organik menjadi protein serangga, minyak, dan kotoran hewan yang berkelanjutan. Cara ini dapat menghilangkan atau mengurangi emisi pertanian.

3. Pasar sekunder yang menyediakan layanan pengiriman
Semakin banyak bisnis yang menawarkan kotak produk makanan mingguan atau dua bulanan yang bersumber langsung dari petani. Petani dapat berkolaborasi langsung dengan pasar-pasar ini untuk mengendalikan produksi pangan mereka secara efektif.

4. Donasi
Donasi dari petani dapat membantu menyediakan produk segar bagi individu jika mereka memiliki akses terbatas.

Di Amerika Serikat telah ada undang-undang dan program yang dibuat untuk memudahkan donasi — perlindungan kewajiban, manfaat pajak, biaya pemetikan dan pengemasan, pengumpulan sisa makanan, dll.

Baca: Limbah makanan jadi masalah serius untuk lingkungan

5. Memberi makan hewan
Menggunakan sisa makanan sebagai pakan ternak adalah praktik yang telah berusia berabad-abad dan merupakan cara mudah untuk mengurangi limbah makanan.

Namun, karena hewan-hewan ini—terutama sapi—menghasilkan metana, metode yang lebih baik untuk mendaur ulang limbah, seperti budidaya serangga, perlu diterapkan.

Mengalihkan surplus makanan
Cara yang tak kalah penting dalam mengurangi limbah makanan adalah mengalihkan surplus makanan dan edukasi pelaku bisnis restoran. Sektor ini menyumbang 28 persen dari seluruh makanan yang terbuang secara global.

Terkait hal ini, dibutuhkan advokasi kebijakan yang membatasi limbah dan mengalihkan surplus makanan ke tempat yang paling membutuhkan, misalnya melalui program pemulihan makanan yang disumbangkan ke tempat penampungan.

Pengecer juga dapat melakukan berbagai perubahan untuk mengurangi limbah mereka, termasuk memperbarui perangkat keras mereka dengan teknologi terkini, memprioritaskan keberlanjutan jangka panjang daripada pengembalian jangka pendek.

Pengecer juga dapat memodifikasi kebijakan internal, dan memastikan semua makanan—bahkan produk yang “tidak sehat”—diterima untuk dijual.

Baca: Penerapan ekonomi sirkular untuk mengurangi limbah makanan

Supermarket, khususnya, memainkan peran penting karena dapat memberikan edukasi, inspirasi, dan saran kepada pelanggan mereka. Konsumen sering kali meminta panduan kepada mereka tentang cara mengatasi limbah makanan di rumah.

Pengecer dapat membuat kampanye dan menyediakan literatur, seperti majalah dan program keanggotaan, yang menawarkan kiat-kiat tentang pencegahan limbah makanan dan resep yang memanfaatkan sisa makanan.

Contoh suksesnya adalah meningkatnya jumlah inisiatif “sayuran unik” yang diterapkan supermarket dalam beberapa tahun terakhir.

Program-program ini mendorong konsumen untuk membeli makanan yang tidak memenuhi kriteria estetika yang ketat, memasarkannya dengan cara yang menarik.

Misalnya, pada tahun 2021, program limbah makanan Perfectly Imperfect dari Tesco dilaporkan berhasil menyelamatkan setidaknya 50 juta bungkus buah dan sayuran dari pembuangan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *