7cloud.asia – Memperingati 80 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Oktober mendatang, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan persatuan dunia dan menekankan bahwa krisis global hanya bisa diatasi dengan solusi bersama.
“Sering kali justru di saat-saat tergelap, ketika keputusasaan mengintai dan perpecahan semakin dalam, umat manusia bersatu untuk mengukir sejarah,” kata dia di markas PBB di New York pada Jumat (19/9/2025) waktu setempat.
Dia menambahkan bahwa PBB adalah “warisan hidup” yang dijalankan oleh orang-orang yang mengabdi di bawah panjinya.
Menurut Guterres, PBB bukan sekadar gedung atau dokumen, tetapi juga hidup dalam diri penjaga perdamaian, pekerja kemanusiaan, diplomat, dan masyarakat sipil yang mengubah dunia melalui pengabdian.
Dia menyoroti sejumlah pencapaian PBB selama delapan dekade, termasuk mencegah perang, meningkatkan pendidikan dan kesehatan global, dan menyelamatkan nyawa lewat bantuan kemanusiaan.
Baca: Majelis Umum PBB dukung solusi dua negara Palestina dan Israel
Namun, Guterres menegaskan bahwa nilai PBB tidak hanya pada apa yang telah dicapai, tetapi juga pada tantangan yang masih menanti. Karena itu, dia mendorong negara anggota memperkuat kerja sama multilateral.
“Mari kita hormati warisan yang kita terima dan berkomitmen pada warisan yang akan kita tinggalkan. Mari kita jaga agar warisan hidup ini terus berjalan dan berkembang untuk semua,” katanya.
Sejarah PBB
PBB didirikan pasca berakhirnya Perang Dunia II, dengan tujuan mencegah terjadinya perang serupa dan menjaga perdamaian internasional.
PBB didirikan di San Francisco, AS pada 26 Juni 1945, setelah penandatanganan Piagam PBB oleh 50 negara, dan diresmikan pada 24 Oktober 1945.
Baca: PBB sebut Gaza alami genosida terkejam dalam sejarah
Sebelumnya, terdapat organisasi serupa bernama Liga Bangsa-Bangsa (LBB) yang gagal mencegah Perang Dunia II, sehingga PBB hadir sebagai penggantinya.
PBB diresmikan pada 24 Oktober 1945, yang kini diperingati sebagai Hari PBB. Adapun markas besar PBB terletak di Kota New York (AS), dengan kantor-kantor lainnya di Jenewa (Swiss), Nairobi (Kenya), Wina (Austria), dan Den Haag (Belanda).
Adapun tujuan utama pendirian PBB adalah:
Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
Mengembangkan hubungan persahabatan antarnegara.
Mendorong kerja sama internasional dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
Mencapai standar hidup yang lebih baik dan memajukan hak asasi manusia.
Sumber: Antaranews.com/Anadolu
Leave a Reply