7cloud.asia – Vietnam akan memilih Hanoi dan Ho Chi Minh City sebagai kota pelopor dalam pengembangan rencana aksi nasional mengenai pengendalian polusi udara dan manajemen kualitas udara.
Menurut laporan Kantor Berita Vietnam pada Kamis (18/9/2025), kedua kota terbesar di Vietnam tersebut tengah menghadapi tekanan polusi udara yang paling tinggi.
Kedua kota diperkirakan akan mengembangkan rencana itu dengan solusi-solusi inovatif yang nantinya akan diperluas secara nasional.
Kementerian Konstruksi Vietnam, dalam kerja sama dengan komite rakyat Hanoi dan Ho Chi Minh City, telah ditugaskan untuk menyusun peta jalan atau roadmap untuk mengembangkan sistem transportasi umum modern di Vietnam.
Peta jalan pengendalian polusi udara yang memasuk sektor kereta bawah tanah, jalur kereta layang, dan bus berbahan bakar energi bersih ini selanjutnya akan akan disampaikan kepada pemerintah.
Kedua kota tersebut juga diwajibkan untuk memetakan mekanisme dan kebijakan guna memindahkan fasilitas-fasilitas yang menimbulkan polusi dari kawasan pusat kota dan area permukiman, menurut laporan itu.
Baca: Upaya masyarakat dunia mengatasi polusi udara
Vietnam, sebagai negara yang industrinya sedang berkembang pesat menghadapi masalah polusi udara yang serius.
Dilansir VOA Indonesia, buruknya kualitas udara di Vietnam dipengaruhi oleh aktivitas pembangkit listrik uap tenaga batu bara (PLTU) dan terus meningkatnya jumlah pabrik.
Tingginya penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin, serta aktivitas konstruksi yang terus berlanjut memperburuk polusi udara di kota-kota di Vietnam.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan polusi udara yang parah itu menyebabkan kematian sedikitnya 70.000 orang per tahun.
Vietnam adalah pusat manufaktur dengan ekonomi yang berkembang pesat dan kebutuhan energi yang meningkat.
Baca: Polusi udara mengakibatkan 8,1 juta kematian dini pada 2021
Namun, pertumbuhan ini harus dibayar dengan harga tinggi, terutama di ibu kota yang padat, di mana kondisi geografis memperburuk masalah kualitas udara.
Tidak seperti di kota-kota besar Asia lainnya yang berjuang melawan polusi, seperti Delhi atau Bangkok, kehidupan di Hanoi tetap berjalan seperti biasa, tidak peduli seberapa buruk udaranya.
Pihak berwenang tidak menutup sekolah. Juga tidak ada aturan bekerja dari rumah.
Para analis menyebutkan bahwa pemerintah memiliki keterkaitan erat dengan kepentingan ekonomi besar. Selain itu, pemerintah juga telah memenjarakan jurnalis independen dan aktivis lingkungan yang menyerukan solusi lebih cepat.
Meski pemerintah telah menyusun berbagai rencana ambisius untuk mengatasi polusi udara itu, tetapi pelaksanaannya masih jauh panggang dari api. Para analis juga menyoroti kurangnya pemantauan terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan.
Sumber: Antaranews.com/Xinhua-VOA Amerika

Leave a Reply