7cloud.asia – Greenpeace Asia Tenggara juga mendesak peserta pertemuan agar dampak invasi militer dan konflik bersenjata terhadap lingkungan hidup dibahas dalam Majelis Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Assembly/UNEA) di Kenya pada akhir tahun nanti.
Desakan ini disampaikan di Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, tepatnya pertemuan para menteri dan pemangku kebijakan di bidang lingkungan hidup di Asia Pasifik, yang berlangsung di Nadi, Fuji pada akhir Agustus lalu.
Forum ini diselenggarakan Badan PBB untuk Lingkungan Hidup (UNEP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Fiji
Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana lebih dari 50 miliar dolar
Forum ini mempertemukan pemerintah negara-negara, organisasi antarpemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya di Asia Pasifik untuk membahas masalah lingkungan hidup dan krisis iklim.
Hasil dari forum ini akan dibawa ke pertemuan dua tahunan Majelis Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Assembly) yang bakal dihelat di Kenya pada Desember mendatang.
Senior Regional Campaign Strategist untuk Greenpeace Asia Tenggara, Rayhan Dudayev mengatakan, tekanan untuk gencatan senjata dan perdamaian perlu diintegrasikan dengan pemulihan lingkungan dan upaya membangun ketahanan.
Hal ini penting untuk negara dan masyarakat yang menjadi korban serangan militer.
Baca: Anak-anak Gaza terancam jadi “generasi hilang” akibat perang
Konflik bersenjata di banyak tempat di dunia, apalagi genosida yang terjadi di Gaza yang diperparah dengan bungkamnya komunitas internasional yang sebenarnya punya kekuatan untuk menghentikan kekejaman Israel
Kekejaman Israel di Gaza telah jelas menghancurkan ekosistem dan melanggar hak asasi atas lingkungan hidup yang sehat.
Forum ini harus mengingat kembali kajian awal yang diluncurkan UNEP pada Juni 2024. Laporan tersebut menyatakan bahwa serangan militer Israel ke Gaza telah menimbulkan dampak-dampak ekologis yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Masyarakat Gaza menghadapi risiko meningkatnya kerusakan tanah, air, dan polusi udara, serta kerusakan ekosistem yang tak bisa dipulihkan. Semua itu memperburuk penderitaan yang mereka tanggung akibat operasi militer Israel,” tambah Rayhan.

Leave a Reply