7cloud.asia – 21 tahun sudah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib tewas dibunuh. Aktor intelektual pembunuhan kini masih berkeliaran. Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) mendesak negara membuka kembali kasus ini.
KASUM menegaskan, kasus Munir ialah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang direncanakan lewat operasi rahasia.
“Petinggi intelijen tak hanya menyalahgunakan badan intelijen, tapi juga maskapai penerbangan milik negara. Ini jelas pelanggaran HAM berat,” tegas KASUM dalam rilis yang diterima 7cloud.asia.
Menurut KASUM, kasus pembunuhan Munir yang hingga kini ini masih tersendat karena adanya faktor politik.
Baca: Aktivis HAM tuntut pengungkapan keadilan dan kebenaran
“Ada segelintir elite politik yang berperan aktif mengubur dalam-dalam kasus ini. Dan mayoritas elite negara memilih diam, takut dan enggan menyingkap tabir sesungguhnya. Padahal peluang hukum terbuka, baik melalui investigasi baru kepolisian maupun peninjauan kembali kejaksaan,” demikian KASUM dalam penjelasannya.
KASUM telah menyurati Ketua Komnas HAM pada 25 Agustus 2025, menanyakan informasi penyelidikan kasus Munir. Komnas HAM pun juga telah memberitahukan Jaksa Agung.
Tapi hingga kini tak ada kemajuan. UU HAM dan Pengadilan HAM mewajibkan Komnas HAM dan Jaksa Agung bekerja jujur dan benar, bukan membeli waktu untuk meredam tekanan politik. Berlarutnya penyelidikan ialah penundaan yang tak wajar (undue delay).
Baca: Suciwati kecewa kasus pembunuhan suaminya tak terungkap tuntas
Karena itu, KASUM mendesak Komnas HAM dan Jaksa Agung untuk bekerja secara objektif serta segera mengumumkan temuannya.
Sebab, penyelesaian kasus Munir bisa menjadi preseden penting bagi perlindungan pembela HAM.
“Jika Negara menegakkan keadilan kasus ini, maka akan jadi momentum penghormatan HAM. Sebaliknya, jika dibiarkan berlarut, maka jelas bahwa aktivis bisa diperlakukan sewenang-wenang, dibunuh, dan pelakunya akan tetap bebas,” tegas KASUM.
Baca: Aparat menangkap kelompok kritis menjadi sorotan dunia
Munir adalah pejuang HAM yang berani dan konsisten di Indonesia. Dia tewas dibunuh di dalam pesawat Garuda dengan menggunakan racun arsenik dalam perjalanannya menuju Amsterdam pada 7 September 2004.
Sejumlah pihak, termasuk pilot Garuda telah diperiksa dan dihukum. Namun, aktor intelektual kasus pembunuhan tersebut hinga kini masih bebas dan belum terjamah hukum sama sekali.

Leave a Reply