7cloud.asia – Memasuki pekan kedua bulan Juni 2026, sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan mulai mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Menurut rangkuman perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia yang disusun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kekeringan pertama terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Sebanyak 120 jiwa di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan 398 jiwa di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, terdampak kekeringan.
Hingga Jumat (12/6/2026), BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak serta melakukan koordinasi lintas sektor secara berkala untuk memantau kondisi dan memastikan pasokan sumber air tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.
Kekeringan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, di mana 372 jiwa terdampak kekeringan di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru.
Baca: El Nino Bisa Memicu Kekeringan di Indonesia
BPBD Kabupaten Karawang telah menyalurkan bantuan air bersih dengan mengerahkan dua unit mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, pada Jumat (12/6/2026).
Selain itu, kekeringan juga melanda dua desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. BPBD Kabupaten Bogor melaporkan sebanyak 517 jiwa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, dan 217 jiwa di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, terdampak kekeringan.
BPBD setempat menyalurkan air bersih serta mengisi penampungan dan toren warga terdampak. Pada Jumat (12/6/2026), penyaluran kembali dilakukan sebanyak 5.000 liter ke dua desa tersebut.
Sementara kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah. Di -rovinsi Aceh, kebakaran lahan perkebunan terjadi di Desa Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, pada Jumat (12/6) pukul 16.32 WIB.
BPBD Kabupaten Bener Meriah mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dari posko 03 dan 04 untuk menangani kebakaran lahan seluas dua hektare.
Baca: El Nino Diperkirakan Akan Menguat
Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Masyarakat di wilayah rawan kekeringan diharapkan melakukan penghematan penggunaan air dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak.
Selain itu, warga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Leave a Reply