7cloud.asia – Setidaknya 134 spesies burung migran terancam punah, menurut laporan tahun 2024 dari Konvensi Spesies Migrasi, sebuah perjanjian global yang dirancang untuk melindungi hewan yang melintasi batas negara.
Dari 1.189 spesies yang terdaftar dalam konvensi tersebut, 44 persen burung migran menunjukkan penurunan populasi, dengan 22 persen di antaranya terancam punah.
Dilansir di laman resmi UNEP, untuk mengatasi ancaman terhadap burung migran ini telah digagas sejumlah inisiatif yang melibatkan sejumlah kota di dunia.
Salah satu inisiatif itu adalah Generation Restoration Cities yang membantu menginspirasi warga dan mendukung otoritas kota dan regional di seluruh dunia dalam membangun jaringan dan berbagi pengalaman.
Di Amerika Serikat, misalnya, Kota Seattle telah berupaya selama bertahun-tahun untuk mengakomodasi burung osprey, elang pemakan ikan yang terancam punah akibat meluasnya penggunaan pestisida.
Baca: Upaya Kota Chicago lindungi burung yang bermigrasi
Dinas pertamanan kota telah mendirikan anjungan bersarang di lokasi yang aman bagi burung-burung, yang kembali setiap musim semi dari Amerika Selatan dan Tengah.
Menurut Urban Raptor Conservancy, sebuah kelompok konservasi lokal, sekitar 20 pasang burung bersarang di dalam kota, yang merupakan bagian dari inisiatif Generation Restoration Cities.
Sementara otoritas Kota Istanbul telah meluncurkan proyek untuk meningkatkan kesadaran dan konservasi keanekaragaman hayati, termasuk burung migran, di wilayah metropolitan.
Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif Generation Restoration Cities dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), yang memajukan solusi berbasis alam untuk tantangan lingkungan di wilayah perkotaan.
Lewat program ini, UNEP bekerja sama dengan 24 kota, 14 di antaranya menerima dukungan finansial dan teknis langsung untuk menguji coba solusi berbasis alam perkotaan.
Baca: Pembangunan kota menjadi ancaman untuk burung migran
Inisiatif ini merupakan bagian dari Dekade Restorasi Ekosistem PBB, sebuah upaya global untuk memulihkan alam sekaligus menjaga keanekaragamanhayati.
Istanbul juga telah bergabung dengan Journeys for Life, sebuah inisiatif baru yang dipimpin oleh ICLEI – Pemerintah Daerah untuk Keberlanjutan, untuk membantu kota dan wilayah dalam melestarikan spesies migrasi yang rentan.
Untuk membantu warga lebih menghargai alam di sekitar mereka, pemerintahkota Istanbul menjalankan kampanye media sosial dan akan menggunakan poster dan video di halte bus kota.
Kampanye ini menyajikan fakta-fakta penting dan gambar-gambar menarik tentang burung-burung migrasi. Rumput dan bunga ditanam di atap halte bus untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap spesies asli yang mendukung lebih banyak satwa liar.
“Seattle dan Istanbul mungkin berada di ujung dunia yang berlawanan, tetapi keduanya memiliki kesamaan dalam upaya melestarikan ruang bagi burung,” kata Mirey Atallah, Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan di Divisi Perubahan Iklim UNEP.
Baca: Kota Istanbul menjadi tempat aman bagi burung migran
Dia menambahkan, pelajaran penting yang bisa dipetik adalah bahwa kawasan perkotaan yang telah direstorasi dan dikelola secara berkelanjutan dapat menjadi surga di dunia yang terus berubah, baik bagi satwa liar maupun manusia.

Leave a Reply