Gagal Capai Kesepakatan, Perundingan Plastik Jenewa Diperpanjang Satu Hari

Written by

in

7cloud.asia – Perundingan untuk memerangi polusi plastik global yang berlangsung di Jenewa, Swiss sejak 5 Agustus lalu diperpanjang satu hari, karena hingga hari terakhir belum dicapai kesepakatan.

Dilansir Al Jazeera, perundingan plastik Jenewa masih berlanjut setelah negosiasi sengit di menit-menit terakhir karena puluhan negara menolak draf terbaru perjanjian plastik global.

“Karena konsultasi atas draf teks revisi saya masih berlangsung, sidang pleno ini ditunda, yang akan diselenggarakan pada 15 Agustus 2025, pada waktu yang akan diumumkan kemudian,” ujar ketua perundingan Luis Vayas Valdivieso dalam pertemuan 185 negara di Jenewa, Kamis (14/8/2025).

Dengan waktu yang semakin menipis untuk mencapai kesepakatan di antara 184 negara yang berkumpul di Jenewa, Valdivieso menyusun draf teks berdasarkan beberapa area konvergensi, dalam upaya untuk menemukan titik temu.

Namun draf tersebut hanya berhasil membuat marah hampir semua pihak, dan teks tersebut langsung dicabik-cabik oleh delegasi yang hadir.

Baca: 80 Negara dukung proposal Swiss dan Meksiko dalam mengatasi polusi plastik

Bagi negara-negara yang menginginkan pembatasan produksi plastik secara ambisius, kesepakatan pembatasan plastik global ini hanyalah dokumen kosong tanpa tindakan berani seperti mengekang produksi dan menghapus bahan-bahan beracun.

Pasalnya, draft tersebut hanya sebatas kesepakatan dalam pengelolaan limbah plastik.

Sementara, bagi negara produsen minyak/plastik yang dipimpin negara-negara Teluk, kesepakatan ini telah melewati terlalu banyak batasan dan tidak berbuat cukup banyak untuk mempersempit cakupan kesepakatan yang mungkin mereka setujui.

Perundingan menuju instrumen yang mengikat secara hukum untuk mengatasi polusi plastik dibuka pada 5 Agustus dan semula dijadwalkan ditutup pada hari Kamis (14/8/2025).

Perundingan plastik Jenewa ini upaya terbaru setelah lima putaran perundingan selama dua setengah tahun sebelumnya gagal mencapai kesepakatan.

Baca: Posisi negara-negara di dunia dalam mengatasi polusi plastik

Draf kesepakatan plastik yang dibuat Valdivieso tidak membatasi produksi plastik atau membahas bahan kimia yang digunakan dalam produk plastik, yang telah menjadi isu kontroversial dalam perundingan plastik Jenewa ini.

Sekitar 100 negara ingin membatasi produksi serta menangani pembersihan dan daur ulang limbah plastik. Banyak yang mengatakan bahwa penting untuk mengatasi bahan kimia beracun.

Blok negara-negara yang lebih besar yang menginginkan tindakan yang lebih ambisius mengecam apa yang mereka anggap sebagai kurangnya tindakan yang mengikat secara hukum.

Sementara negara-negara penghasil minyak hanya ingin menghilangkan limbah plastik dan mengatakan bahwa draft tersebut terlalu berlebihan bagi mereka.

Baca: Tiga isu yang menghambat Perjanjian Plastik Global

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *