7cloud.asia – DPRD Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025) menggelar rapat darurat menyikapi unjuk rasa warga mendesak Sudewo mundur dari jabatannya sebagai Bupati Pati.
Dalam rapat tersebut DPRD Pati sepakat membentuk Panitia Khusus atau Pansus Hak Angket untuk pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Sejumlah fraksi juga mengungkap alasan dari usulan pemakzulan itu.
Dilansir detikJateng, rapat darurat ini dilakukan setelah perwakilan massa pengunjukrasa berhasil menduduki gedung DPRD.
Undangan rapat paripurna yang krusial ini dibuat dan disebarkan pada hari yang sama saat unjuk rasa berlangsung.
Keputusan ini menunjukkan adanya tekanan politik yang luar biasa kuat menyusul pecahnya kerusuhan di depan kantor bupati, di mana kaca pecah, gerbang dirobohkan, dan sebuah mobil polisi dibakar.
Baca: Seratusan ribu orang ikuti aksi unjuk rasa menuntut Bupati Pati Sudewo lengser
Akhirnya DPRD Pati sepakat mengusulkan pembentukan pansus pemakzulan Bupati Pati.
Ketua Fraksi PKS, Narso, mengatakan ada alasan mengajukan pemakzulan Sudewo. Seperti polemik pengisian direktur rumah sakit dan soal anggaran.
“Pengisian direktur Rumah Sakit Soewondo dan pergeseran anggaran 2025,” kata Narso.
Anggota DPRD dari Partai Demokrat, Joni Kurnianto, juga mengatakan hal yang sama. Bupati Pati dinilai telah melanggar janji sumpah serta melahirkan kebijakan yang memicu kegaduhan.
Dari Fraksi Gerindra, Yeti menyarankan hak angket untuk memastikan pemerintah transparan untuk berjalan yang kondusif Pati Bumi Mina Tani.
Baca: Banyak kebijakan Bupati Pati, Sudewo yang layak dikoreksi
Fraksi PKB Mahdun juga melihat Bupati tidak berpihak kepada masyarakat. Katanya, proses penetapan kenaikan PBB-P2 menimbulkan kegaduhan di Pati, meskipun dibatalkan.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudi, akhirnya mengetok untuk membuat hak angket mengenai usulan pembentukan pansus pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.
“Rapat paripurna mengenai tentang kebijakan Bupati Pati. Pengembangan pada saat terbentuk pansus untuk mengusut kebijakan Bupati Pati,” jelasnya.
Dipantau dari siaran langsung Kompas TV, hingga siang ini massa pengunjukrasa masih bertahan di depan Kantor DPRD.

Leave a Reply