Perundingan Plastik Jenewa: 80 Negara Dukung Proposal Swiss dan Meksiko dalam Mengatasi Polusi Plastik

Written by

in

7cloud.asia – Di tengah Perundingan Plastik Jenewa yang dijadwalkan berakhir Kamis, (14/8/2025), International Pollutant Elimination Network atau IPEN mencatat bahwa kekhawatiran akan ancaman polusi plastik beracun terhadap kesehatan manusia dirasakan secara luas oleh para delegasi.

Hal ini seiring dengan menguatnya momentum untuk lahirnya sebuah Perjanjian dengan pengendalian global terhadap bahan kimia berbahaya, dalam hal ini polusi plastik.

Faktanya, lebih dari 80 negara telah mendukung proposal Swiss dan Meksiko yang menguraikan cara-cara untuk melindungi kesehatan manusia dari polusi plastik berbahaya melalui pengendalian global.

“Sayangnya, kemajuan menuju kesepakatan masih lambat, terutama karena taktik obstruktif dari negara-negara penghasil minyak, demikian pernyataan IPEN yang dirilis di laman resminya pada Sabtu (9/8/2025).

Beberapa negara ini telah memanipulasi proses konsensus untuk menghalangi mayoritas negara yang mendukung Perjanjian yang mencakup perlindungan kesehatan dan lingkungan.

IPEN telah menyerukan perubahan prosedural yang diadopsi oleh perjanjian lingkungan multilateral sebelumnya untuk memungkinkan pemungutan suara ketika konsensus tidak dapat dicapai.

Baca: Menunggu kabar baik dari Perundingan Plastik Jenewa

“Seiring berlanjutnya negosiasi, kami mendesak para delegasi untuk mengingat mandat: mengakhiri polusi plastik dan melindungi kesehatan manusia dan lingkungan, di sepanjang siklus hidup plastik,” kata Yuyun Ismawati, Ketua Bersama IPEN dan Pendiri Nexus3 Foundation di Indonesia.

Hal ini karena produksi plastik diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam beberapa dekade mendatang, satu-satunya cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui pembatasan produksi plastik dan pengendalian bahan kimia plastik beracun.

”Perjanjian Plastik yang bermakna sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan krisis plastik.” imbuh Yuyun.

IPEN mendukung proposal dari Swiss dan Meksiko sebagai langkah positif menuju perlindungan kesehatan dan lingkungan dari bahan kimia plastik beracun.

Proposal tersebut menyerukan sebuah pasal dalam Perjanjian (Pasal 3) untuk menguraikan bagaimana bahan kimia plastik yang menimbulkan ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan dapat diatur secara global.

Proposal ini konsisten dengan konvensi global lain yang memiliki rekam jejak keberhasilan dalam menciptakan pengendalian global terhadap bahan kimia beracun, misalnya, Konvensi Stockholm dan Basel.

Baca: Posisi negara-negara dunia dalam perundingan plastik global

 

Adapun poin-poin perjanjian itu mencakup:
1. Mekanisme yang menyusun daftar awal bahan kimia plastik berbahaya (“bahan kimia yang perlu diperhatikan”), dengan cara untuk memperbarui daftar tersebut seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan baru tentang toksisitas;

2. Metode untuk transparansi dan ketertelusuran bahan kimia yang perlu diperhatikan dalam produk plastik;

3. Kewajiban global yang mengikat secara hukum.

Yuyun menambahkan, meskipun merupakan langkah penting, IPEN mencatat bahwa proposal tersebut dapat diperkuat dengan fokus yang lebih luas.

Tidak hanya terbatas pada produk plastik, tetapi juga mencakup plastik sebagai material yang menciptakan ancaman racun di sepanjang siklus hidupnya.

Baca: Perjalanan panjang menuju lahirnya perjanjian plastik global

 

IPEN menyayangkan taktik mengulur-ulur waktu negara-negara penghasil minyak yang juga merupakan produsen plastik menuju lahirnya perjanjian plastik global.

IPEN juga menyoroti hambatan prosedural yang telah menghalangi para pengamat penting untuk berpartisipasi secara bermakna dalam banyak diskusi terkait pengurangan produksi plastik global.

Para ilmuwan, Masyarakat Adat, perwakilan sektor ketenagakerjaan, dan pemangku kepentingan lain yang memiliki informasi dan perspektif penting telah ditolak aksesnya melalui diskusi tertutup dan ruang pertemuan yang tidak memadai.

Ketua Bersama IPEN dan Direktur Eksekutif Alaska Community Action on Toxics (ACAT),Pamela Miller mengatakan anggota IPEN dari seluruh dunia membawa perspektif mereka yang paling dirugikan secara langsung oleh plastik ke dalam negosiasi Perjanjian.

Perundingan Perjanjian harus terbuka dan mudah diakses untuk mengikutsertakan suara-suara yang mengetahui secara langsung bagaimana plastik beracun dapat memengaruhi kesehatan manusia dan hak atas lingkungan sehat yang layak kita semua,” katanya.

Dia menambahkan, IPEN berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban para negosiator demi Perjanjian Plastik yang mencapai perlindungan kesehatan yang kita semua butuhkan dan layak dapatkan.

Baca: Perundingan Plastik Jenewa diharapkan dapat mengerem produksi plastik global

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *