7cloud.asia – Praktisi minimalisme Joshua Becker telah menyusun daftar tujuh jenis gangguan sehari-hari yang dapat menghalangi kita untuk hidup sepenuhnya. Tak semua gangguan itu buruk.
Namun, ketika aktivitas-aktivitas ini lebih banyak menyita waktu hidup kita daripada memperkayanya, aktivitas-aktivitas ini berhenti menjadi alat dan malah menjadi beban dan menjauhkan kita dari makna, arti penting, dan kebahagiaan.
Dengan kata lain, aktivitas-aktivitas ini menghalangi kita untuk dapat menjalani hidup sepenuhnya.
Gangguan-gangguan ini akan selalu ada—dalam satu atau lain bentuk, selalu ada. Tetapi Anda dapat memilih apakah gangguan-gangguan tersebut akan mendapatkan perhatian Anda.
Kehidupan Anda yang paling memuaskan tidak dapat ditemukan di mana pun dalam daftar ini. Kepuasan itu ditemukan melalui kesadaran akan nilai-nilai Anda dan secara sengaja menyelaraskan sumber daya Anda dengan nilai-nilai tersebut.
Hal ini mengharuskan kita untuk mengatakan ‘tidak’ pada gangguan yang tidak penting, sehingga kita dapat mengatakan ‘ya’ pada hal-hal yang benar-benar penting.
Tiga hal itu telah diulas dalam tulisan sebelumnya, dalam tulisan ini kita akan ulas empat alsan lainnya seperti kami kutip dari becomingminimalist.com:
Sikap boros
Utang hari ini membatasi kebebasan dan pilihan di masa mendatang. Utang merugikan kita hari ini, dengan membebani kita secara mental dan relasional, dan memaksa kita mengorbankan sebagian masa depan kita.
Utang, pada intinya, adalah menghabiskan uang masa depan untuk hari ini. Banyak orang tidak menginginkan hidup penuh utang, tetapi tetap saja terjadi. Faktanya, berdasarkan statistik terkini, 60 persen warga AS memiliki saldo kartu kredit yang terus bertambah dari bulan ke bulan.
Ada kalanya hal ini terjadi bukan karena kesalahan mereka sendiri (misalnya, masalah medis yang tak terduga atau pengeluaran besar).
Namun, sebagian besar dari 60 persen itu disebabkan oleh pengeluaran yang tidak perlu untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan.
Kita menghabiskan uang secara berlebihan karena berbagai alasan yang tidak sehat: untuk menyesuaikan diri, untuk menenangkan diri, untuk bertahan hidup, untuk menghilangkan stres, ketidakpuasan, atau terkadang hanya karena bosan.
Namun, setiap pembelian yang tidak perlu adalah uang yang tidak akan kita miliki nanti—untuk impian, untuk kebebasan, untuk kemurahan hati.
Semakin kita terikat pada hal-hal yang tidak kita butuhkan, semakin kita merasa
terhambat. Di sisi lain, ada kemewahan luar biasa yang bisa dinikmati dengan berhemat.
Mengejar Uang
Tidak ada yang salah dengan menghasilkan uang. Namun, ketika mengejar kekayaan menghalangi kita dari hal-hal yang lebih penting, hal itu justru mengalihkan perhatian kita dari kehidupan yang memuaskan.
Mudah untuk berpikir bahwa menghasilkan lebih banyak uang adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik, tetapi itu tidak selalu benar.
Faktanya, jika hal itu menghalangi kita untuk menggunakan waktu dan energi kita dengan lebih bijak, menghasilkan lebih banyak uang justru bisa jadi merupakan hal yang menghalangi kita dari kebahagiaan.
Ini bukan pesan yang akan sering Anda dengar. Namun, ini adalah sesuatu yang perlu kita semua pertimbangkan.
Terlalu Banyak Menonton Televisi
Tidak ada yang salah dengan cerita yang bagus, acara favorit, atau meluangkan waktu untuk beristirahat. Produksi video adalah bentuk seni yang dapat diapresiasi, tidak diragukan lagi.
Namun ketika waktu berlalu setiap malam, kita harus bertanya—apa yang kita korbankan? Televisi itu mudah. Ia menghibur, mengalihkan perhatian, dan mengisi keheningan. Lebih parahnya lagi, kebiasaan ini justru menjadi beban, mendorong semakin banyak acara untuk ditonton dan waktu terbuang sia-sia.
Namun, hal ini jarang memuaskan jiwa. Ada hal-hal yang lebih baik yang bisa kita lakukan. Membaca, berjalan, belajar, beristirahat, mengobrol, dan terhubung. Ketika kita terlalu sering memilih layar daripada hidup, kita kehilangan kesempatan untuk benar-benar menjalaninya.
Memiliki Lebih dari yang dibutuhkan
Barang-barang yang kita miliki dapat bermanfaat. Namun, terlalu sering, barang-barang tersebut justru mengambil lebih banyak daripada yang mereka berikan.
Barang-barang tambahan membutuhkan perhatian. Barang-barang tersebut menghabiskan uang, menyita ruang, dan menyita waktu serta perhatian kita. Sedikit demi sedikit, barang-barang tersebut mulai memenuhi rumah dan kebebasan kita.
Kita menghabiskan akhir pekan untuk mengatur, menata ulang, dan mengelola barang-barang yang jarang kita gunakan. Kita membeli wadah penyimpanan, merenovasi lemari, dan bertanya-tanya mengapa rumah kita masih terasa penuh.
Namun, biaya sebenarnya dari barang-barang yang berantakan bukan hanya luas persegi—melainkan biaya peluang. Setiap barang yang kita simpan yang tidak kita butuhkan hanyalah satu gangguan lagi dari kehidupan yang seharusnya kita jalani.
Ketika kita memiliki lebih dari yang kita butuhkan, kita berisiko menghabiskan hari-hari kita untuk merawat barang-barang, alih-alih menciptakan kenangan.
Kita hanya punya satu kehidupan yang berharga untuk dijalani dengan jumlah hari yang terbatas untuk mencintai, berkontribusi, dan membuat perbedaan positif bagi dunia.

Leave a Reply