7cloud.asia – Sebuah lembaga think-tank asal Prancis, Shift Project, mengajak masyarakat dan perusahaan untuk menerapkan “digital sobriety”—yakni penggunaan teknologi digital secara sadar dan efisien demi keberlanjutan lingkungan.
Sebagai contoh, sebuah riset menunjukkan bahwa Inggris bisa mengurangi emisi karbon lebih dari 16 ribu ton per tahun jika setiap orang dewasa mengurangi satu email ucapan terima kasih per hari.
Streaming tanpa sadar harus dihindari karena decoding video dapat menyumbang 35 hingga 50 persen energi saat pemutaran ulang (playback) di gawai kita.
Video musik lebih dari sekadar musik. Seperti yang telah penulis kemukakan, video “memberikan lapisan makna yang tidak bisa ditampilkan dalam lirik atau audio”.
Video bisa mengangkat para musisi, budaya, dan ide yang terpinggirkan ke permukaan, serta menyuarakan isu-isu sosial yang kompleks.
Baca: Menurunkan jejak karbon dari aktivitas digital
Contohnya karya rapper, penyair, aktivis, dan rohaniwan berdarah Suriah-Amerika, Mona Haydar, dalam video Wrap My Hijab
Atau juga kritik terhadap neoliberalisme dan ekonomi trickle-down dalam video Nouveau Riche, dari rapper grime asal Inggris, Drillminister yang menyindir “orang kaya norak”.
Berikut adalah beberapa tips streaming musik yang ramah lingkungan sekaligus cara mengurangi jejak karbon dari kebiasaan mendengarkan musikmu:
1. Gunakan Wi-Fi alih-alih jaringan seluler (4G/5G).
2. Jika sering memutar lagu yang sama berulang-ulang, lebih baik unduh dan simpan lagu itu untuk pemutaran offline.
Baca: Menurunkan jejak karbon dari penggunaan perangkat elektronik
3. Gunakan penyimpanan lokal, bukan sistem berbasis cloud, untuk file musik dan videomu.
4. Nonaktifkan fitur auto-play, hindari streaming latar belakang tanpa tujuan, dan ubah pengaturan default perangkat agar tidak selalu memutar dalam resolusi tinggi.
5. Hindari pemutaran otomatis, streaming latar belakang tanpa tujuan, dan ubah pengaturan default perangkat agar tidak selalu memutar dalam resolusi tinggi.
Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, Penulis: Hussein Boon (Principal Lecturer – Music, University of Westminster)
Leave a Reply