Minimalisme: 8 Cara Melambatkan Diri agar Hidup Lebih Bermakna

Written by

in

7cloud.asia – Kesibukan yang menyita waktu kita, kadang menghilangkan makna dan arti hidup. Manusia menjalani hari-harinya bak sebuah robot.

Kesibukan kadang membuat kita menjalani hari-hari secara monoton, sehingga kita melaluinya tanpa benar-benar meresapi apa yang kita jalani atau bahkan keberhasilan yang kita capai.

Jika Anda mulai merasakan itu, tak ada salahnya jika Anda mencoba melambatkan irama hidup dengan delapan langkah ini, seperti kami kutip dari nourishingminimalism.com

Yuk, segera saja kita ikuti tahap demi tahap yang akan mengantar kita ke gaya hidup minimalisme.

1. Ciptakan ruang
Coba renungkan untuk apa kita menghabiskan waktu kita. Bukan hanya waktu kita, tetapi juga energi, ruang pikiran, ruang fisik, perhatian, uang kita…

Apakah Anda membutuhkan lebih banyak ruang gerak dalam jadwal Anda? Apakah Anda terlalu sibuk dengan hal-hal yang tidak memuaskan Anda? Apakah Anda merasa menghabiskan sebagian besar waktu di rumah untuk membersihkan rumah? Apakah hari Anda hanya diisi dengan mengurus berbagai hal?

Mulai sekarang, coba ciptakan ruang dalam hidup Anda. Rapikan jadwal Anda. Rapikan dunia digital Anda. Rapikan rumah Anda. Rapikan mobil Anda.

Lalu, coba resapi dan Anda akan dibuat takjub betapa banyak energi, perhatian, dan waktu yang telah Anda bebaskan dengan menciptakan ruang ini.

Baca: 7 Alasan untuk tidak membeli barang baru

2. Cobalah sesuatu yang baru
Cobalah berinteraksi dengan berbagai hal, aktivitas, dan konsep yang benar-benar baru bagi kita. Itu akan menyenangkan! sesuatu yang baru akan memperlambat waktu karena kita berada di saat ini, dan membuat penemuan.

Jadi, pelajari sesuatu yang baru! Bacalah buku dengan genre yang belum pernah Anda coba. Pelajari bahasa. Ikuti kelas ketrampilan Cobalah media seni baru. Keluarlah dan ajari diri Anda untuk mengenali tumbuhan, burung, dan serangga.

Mulailah menemukan kembali. Percayalah, ada banyak hal yang belum kita ketahui—dan kita hanya perlu menggali sedikit.

3. Berlatih mindfulness
Hari kita terasa begitu cepat berlalu ketika kita terus-menerus teralihkan dan mati rasa. Menonton TV maraton, doomscrolling, memeriksa email kantor tanpa alasan yang jelas, mengobati diri sendiri dengan zat-zat terlarang.

Hal-hal ini mungkin membuat momen saat ini terasa “lebih mudah,” tetapi juga akan menghabiskan hidup kita dengan hal-hal yang kurang bermakna.

Jadi, pikirkan semua jam tersebut. Periksa laporan waktu layar Anda. Cobalah untuk mencari tahu apa yang Anda hindari—seringkali, kita menghindari pikiran kita sendiri.

Untuk memperlambat waktu, berhentilah melewatkannya. Nikmati momen saat ini. Berlatihlah meditasi atau latihan mindfulness lainnya, idealnya setiap hari!

Anda bisa mencoba dengan hening sejenak selama lima menit di pagi hari, meditasi pemindaian tubuh untuk membantu Anda tertidur, atau bahkan belajar untuk berhenti sejenak ketika merasa kewalahan dan menarik napas dalam-dalam.

Singkirkan ponsel Anda dan nikmati ruang di sekitar Anda. Dengarkan suara-suara, cium aroma-aromanya, lihat sekeliling. Lakukan pengamatan. Biarkan diri Anda bosan. Jangan heran, jika hari-hari Anda akan terasa lebih panjang.

Baca: Ini tandanya Anda butuh detoks digital

4. Menikmati momen makan tanpa layar
Dalam banyak budaya, makan adalah waktu yang sakral. Makan memberi bahan bakar pada tubuh dan merupakan fungsi utama dalam bertahan hidup. Memasak bisa menjadi seni, ritual, tindakan cinta, momen kesadaran.

Makan adalah kesempatan rutin untuk mendapatkan pengalaman sensorik yang menenangkan yang membumikan Anda, memberi tubuh Anda ketenangan yang dibutuhkan untuk proses pencernaan, dan bahkan membantu Anda merasa lebih kenyang.

Berikut beberapa hal yang bisa dicoba untuk lebih fokus saat menyantap makanan (mungkin terdengar konyol, tapi percayalah ini akan menghadirkan pengalaman yang berbeda

Singkirkan layar dan gangguan lainnya, makan dengan tangan, nikmati setiap suapan dan perhatikan tekstur makanan Anda, Cobalah untuk melacak pergerakan suapan ke tenggorokan dan perut Anda

Berbagi makanan dengan keluarga atau orang terkasih juga bisa Anda lakukan untuk kategori ini

5. Berhenti dan mengobrol
Saya ingin Anda mengingat kembali masa kecil Anda ketika Anda bermain di luar dan bertemu dengan anak baru. Anda langsung berteman dan mengobrol tentang hal-hal yang tidak penting—dan tentang segalanya. 

Sekarang pikirkan tentang interaksi terakhir Anda dengan orang asing. Apakah itu sudah direncanakan sebelumnya?

Apakah Anda belajar sesuatu tentang mereka? Apakah Anda berbagi sesuatu yang nyata tentang diri Anda? Apakah Anda terburu-buru ke hal berikutnya?

Baca: Tujuh kebiasaan yang menyita waktu dan merugikan kondisi keuangan

Anda tidak perlu menghentikan seseorang dan memaksanya untuk mengobrol secara intelektual, tetapi ada banyak kesempatan untuk benar-benar terhubung dengan orang lain sepanjang hari.

Daripada asyik dengan ponsel Anda di ruang tunggu, simpanlah dan lihat-lihat. Apakah ada wanita lanjut usia yang tidak punya kegiatan? Tanyakan tentang harinya.

Pelajari tentang hidupnya. Pelajari kebijaksanaan apa pun yang sering diberikan oleh orang lanjut usia.

Manusia itu sangat menarik, jika saja kita meluangkan waktu untuk membiarkan mereka menjadi diri mereka sendiri.

6. Nikmati ruang luar
Rasanya aneh bagi saya bahwa “berada di alam” dianggap sebagai sebuah aktivitas. Kita adalah hewan, dan bumi adalah rumah kita. Kita telah membangun struktur untuk memisahkan kita dari lingkungan alami kita, sungguh aneh jika dipikirkan!

Berada di luar ruangan memiliki efek menenangkan secara instan. Udara segar, sinar matahari, kicau burung, dan kehijauan semuanya memiliki dampak langsung pada sistem saraf dan fungsi tubuh kita lainnya.

Di sanalah kehidupan hidup. Jadi, keluarlah dari rumah Anda, meskipun hanya ke halaman, dan habiskan waktu sejenak dengan pepohonan.

Baca: Menikmati hidup ala slow living

7. Mendokumentasikan pengalaman yang dirasakan
Salah satu cara ampuh untuk memperlambat laju hari-hari kita adalah dengan mengamatinya lebih saksama, melalui sesuatu seperti menulis jurnal. Banyak orang merasa sangat nyaman menuliskan pikiran, perasaan, dan peristiwa hari itu.

Beberapa orang lebih cepat melakukannya, mungkin hanya dengan menjawab tiga pertanyaan sederhana ini: bagaimana perasaan saya hari ini? mengapa saya merasa seperti itu? dan apa yang bisa saya lakukan besok untuk mendukung diri sendiri?

Meluangkan waktu untuk merenung, terutama untuk menuliskan berbagai hal, memaksa kita untuk menghargai setiap hari yang berlalu dan mempertimbangkan apa yang kita rasakan, pikirkan, dan pelajari.

8. Hindari tugas ganda
Untuk memperlambat hidup Anda, fokuslah pada apa yang sedang Anda lakukan pada kurun waktu tertentu. Buang jauh-jauh tuntutan multi tasking

Mungkin terasa membosankan, atau bahkan menegangkan, ketika Anda pertama kali mulai sepenuhnya terlibat dalam momen tanpa gangguan, tetapi ini memberi pikiran Anda waktu untuk memproses berbagai hal, berideasi, dan memulihkan diri.

Ini juga membantu Anda berhenti mematikan diri terhadap momen tersebut. Rasakan saat ini, dan momen itu tidak akan berlalu begitu cepat.

Menjalani hidup yang panjang dan bahagia adalah tentang kesengajaan dan tetap hadir di saat ini.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *