Perubahan Iklim Bisa Mengakibatkan Ratusan Juta Orang Jatuh ke Jurang Kemiskinan

Written by

in

7cloud.asia – Menurut laporan IPCC (Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim), dunia sudah menghangat 1,1°C dibandingkan era pra-industri, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat.

Kenaikan suhu global ini sudah sangat dekat dengan batas kesepakatan global, yaitu 1,5°C, yang menurut para ahli menjadi batas sebelum perubahan iklim tidak dapat terkendali!

Menurut Greenpeace Indonesia, walau terlihat sepele peningkatan suhu global ini akan memicu sederet dampak negatif, baik lingkungan maupun sosial ekonomi masyarakat dunia.

Kenaikan suhu global yang kemudian memicu perubahan iklim bukan hanya mendatangkan gelombang panas saja! Tapi juga meningkatkan kasus kebakaran, banjir, risiko kehancuran biodiversivitas, dan lainnya!

Masih banyak orang yang belum menyadari dampak sosial ekonomi perubahan iklim. Bahkan banyak orang berpikir perubahan iklim dan kerusakan lingkungan tidak ada kaitannya dengan kehidupan sosial.

Tapi tahukah kamu, Bank Dunia memperkirakan bahwa 132 juta orang bisa jatuh ke dalam kemiskinan akibat dampak perubahan iklim pada tahun 2030!

Baca: Banjir besar di musim kemarau jadi bukti nyata krisis iklim

Untuk orang yang bekerja di kota, polusi udara menyebabkan berbagai penyakit pernapasan, yang berdampak pada produktivitas dan biaya kesehatan yang harus ditanggung.

Lebih dari 99 persen populasi dunia menghirup udara yang kualitasnya lebih buruk dari standar aman badan kesehatan dunia (World Health Organisation/WHO). Dan, polusi udara membunuh 7 juta orang per tahun di seluruh dunia!

Sementara bagi petani dan nelayan, dampak perubahan iklim dirasakan jauh lebih langsung.

Studi oleh International Labour Organization (ILO) pada 2018 menyebutkan pendapatan nelayan tradisional di Indonesia telah menurun hingga 30 persen akibat peningkatan suhu laut dan polusi.

Bank Dunia juga memperkirakan turunnya produktivitas pertanian global sebesar 17 persen di 2050 jika masalah iklim tidak ditangani serius!

Baca: Eropa alami bencana terburuk akibat perubahan iklim

Di Indonesia, dampak perubahan iklim sudah sangat terasa. Selama 2024 saja, kita sudah mengalami 3.472 bencana, dan 99 persen di antaranya adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor!

Bank Indonesia mencatat kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem ini mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun.

Fakta ini menunjukkan bagaimana krisis lingkungan dan ketidakadilan sosial sering kali berjalan beriringan.

Masalah perubahan iklim sangat kompleks sehingga dibutuhkan peran dari semua pihak. Pemerintah perlu membuat dan menegakkan regulasi yang lebih pro-lingkungan

perusahaan harus bertanggung jawab atas praktik bisnisnya, dan konsumen dapat mendorong perubahan melalui pilihan konsumsi yang berkelanjutan.

Baca: Dampak lingkungan jika pemanasan global mencapai 2°C

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *